Solusi Awal Pemerintah Atasi Banjir di Bandung Selatan

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 05 Dec 2017 04:15 WIB
bencana banjir
Solusi Awal Pemerintah Atasi Banjir di Bandung Selatan
Banjir di ruas jalan raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (28/11/2017). Antara/Novrian Arbi.

Bandung: Presiden Joko Widodo berkoordinasi dengan sejumlah pejabat untuk mencari solusi bagi sejumlah wilayah di Bandung Selatan yang menjadi langganan banjir. Presiden menyebut, kawasan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang sering banjir karena ada di dataran rendah.

"Saya tadi dapat informasi dalam setahun bisa 10-15 kali kebanjiran," kata Jokowi usai meninjau pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di kantor lapangan pembangunan kolam retensi Cieunteung Baleendah, Bandung Selatan, Jawa Barat, Senin, 4 Desember 2017.

Supaya banjir tak berulang, kata dia, pemerintah bersama jajaran terkait tengah membangun kolam retensi sebagai langkah awal. Setelahnya, pemerintah juga akan membangun terowongan untuk menampung debit air hujan yang tinggi. Kemudian, diikuti dengan normalisasi empat anak sungai.

"Solusinya dibuat kolam retensi. Kemudian nanti tahun depan, kontraknya sudah, dibuat terowongan air. Itu saya kira akan mengurangi banyak sekali banjir yang ada di Bandung ini," kata dia.

Presiden berharap pembangunan kolam retensi dapat selesai pada 2018. Ia pun memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi secara terpadu untuk mengatasi masalah ini.

"Tapi yang paling penting memang penanganan secara terpadu dari pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dari hulu sampai hilir untuk DAS Citarum. Ini yang akan kita rapatkan terus," ucap dia.

Saat ini, penanganan daerah aliran sungai (DAS) Citarum ditangani secara bersamaan sebagai prioritas, antara lain dengan DAS Bengawan Solo dan DAS Brantas.


(AGA)