Penyerangan Pemuka Agama Skenario Memecah Bangsa

Farhan Dwitama    •    Jumat, 23 Feb 2018 16:16 WIB
penyerangan
Penyerangan Pemuka Agama Skenario Memecah Bangsa
Gereja St Lidwina/ANT/Andreas Fitri Atmoko

Tangerang: Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin menduga, penyerangan dan tindakan kekerasan terhadap pemuka agama dan rumah ibadah yang terjadi saat ini adalah skenario yang diatur secara sistematis untuk memecah belah bangsa.

“Saya tidak punya data, tapi saya kira seperti itu yang terjadi," kata Din usai memberikan ceramah di pengajian bulanan Pemkot Tangerang di Masjid Al-Azhom, Jumat, 23 Februari 2018. 

Menariknya lagi jelas Din, pelaku kekerasan dan penyerangan terhadap tokoh agama itu adalah orang yang dinyatakan tak waras (gila). Din pun heran, seseorang yang tidak waras bisa mengetahui dan berhubungan dengan calon korban. 

Din menilai, penyerangan terhadap pemuka agama dan rumah ibadah begitu gencar saat ini, adalah sebuah skenario sistemis dalam rangka menciptakan kekacauan kehidupan masyarakat dan mengharapkan terjadi benturan antarumat beragama.

Untuk itu dia meminta, seluruh umat beragama tetap tenang dan tidak terpancing dengan segala provokasi yang dirancang untuk mengadu domba masyarakat.

Dia menegaskan, MUI dan Bareskrim Mabes Polri sudah melakukan pembahasan terkait kasus penyerangan terhadap pemuka agama dan rumah ibadah. Dia meminta Polri serius mengusut dan menuntaskan kasus semacam itu. 

"Kabareskrim dalam rapat MUI berjanji dalam dua minggu ini, kita serahkan kepada kepolisian agar jangan berlama-lama. Kalau lama bisa timbulkan dampak buruk. Presiden juga sudah perintahkan usut tuntas juga kawal dan menjaga umat beragama terutama para ulama," beber Din.


(LDS)