Gagal Usung Kader, PKB Minta Emil-Uu Jalankan 9 Agenda

Roni Kurniawan    •    Selasa, 09 Jan 2018 09:58 WIB
pilgub jabar 2018
Gagal Usung Kader, PKB Minta Emil-Uu Jalankan 9 Agenda
PKB menyerahkan dukungan untuk pasangan Ridwan Kamil - Uu di Pilgub Jabar 2018, Senin, 8 Januari 2018, Medcom.id - Roni Kurniawan

Bandung: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sepakat mengusung pasangan calon Ridwan Kamil (Emil) dan Uu Ruzhanul Ulum dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat. Namun, PKB mengajukan syarat agar pasangan tersebut melaksanakan sembilan agenda di Jabar.

Semula PKB mengusulkan dua kader untuk menjadi calon pendamping Emil yaitu Maman Imanulhaq dan Syaiful Huda. Tapi dua nama tersebut gugur karena partai koalisi bersepakat memasangkan Emil dengan Uu.

Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda mengaku tak masalah dengan pilihan tersebut. Lantaran itu, ia meminta Emil dan Uu dapat melaksanakan sembilan agenda yang diajukan PKB.

"Jadi sembilan agenda lahir bathin itu, saya kira bisa menjadi obat ketika kami tidak mengusung figur pendamping Kang Emil," kata Huda di Bandung, Senin, 8 Januari 2018.

Adapun sembilan agenda tersebut yaitu:

1. Menggerakkan, menjaga, dan memfasilitasi pembangunan dan pengembangan pesantren, mesjid dan tajug (rumah ibadah), keberlangsungan madrasah diniyah dan majelis taklim dengan memperhatikan kesejahteraan guru mengaji;

2. Menguatkan kesejahteraan ekonomi umat Jabar, dengan menciptakan saudagar santri dan meningkatkan kapasitas UMKM melalui pemberian akses jejaring ekonomi dan pendampingan yang intensif;

3. Membuka lapangan kerja baru, menciptakan ekonomi kreatif dengan cara menumbuhkembangkan enterpreneur muda urban dan desa untuk mengurangi pengangguran di Jawa Barat;

4. Menjamin keberlangsungan pasar tradisional dan warung rakyat dengan sistem zonasi retail modern dan merevitalisasi pasar tradisional;

5. Meningkatkan pendapatan petani dan nelayan dengan cara penciptaan skala ekonomi, melalui pengembangan program unggulan kawasan pedesaan (cluster ekonomi);

6. Mengarusutamakan kelompok perempuan melalui pemberdayaan usaha ekonomi, serta meningkatkan akses dan pelayanan kesehatan ibu dan anak;

7. Mewujudkan pemerataan ekonomi dan keadilan pembangunan  di Jawa Barat melalui percepatan pemekaran, pembangunan megapolitan, dan pembangunan kawasan Jabar Selatan;

8. Mengurangi tingkat kemiskinan dengan mempercepat pelaksanaan program reforma agraria dan perhutanan sosial melalui redistribusi tanah dan legalisasi aset untuk masyarakat Jawa Barat;

9. Mendorong percepatan kemandirian ekonomi desa dengan cara menggerakan dan pengembangan bum desa, pariwisata desa, serta pengalokasian dana desa dari APBD provinsi sebagai dana pendamping dana desa dari APBN.


(RRN)