Alasan Nama Bunga Dipakai untuk Siklon Tropis di Indonesia

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 30 Nov 2017 16:43 WIB
tanah longsorcuaca ekstrembencana alambencana banjirsiklon tropis
Alasan Nama Bunga Dipakai untuk Siklon Tropis di Indonesia
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Bandung: Setelah diterjang Siklon Tropis Cempaka, giliran Siklon Tropis Dahlia tiba. Nama bunga Flamboyan akan disematkan ke siklon tropis berikutnya yang tiba entah kapan.

Penamaan badai siklon bertujuan untuk memudahkan identifikasi dan penyampaian informasi. Lalu kenapa badai di Indonesia diberi nama bunga?

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Tony Agus Wijaya mengakui tiap daerah memiliki ciri khas tersendiri untuk menamai badai yang melewati wilayah tertentu. Misalnya, siklon tropis di Samudra Atlantik dan Sekitar Benua Australia menggunakan nama manusia.

"Untuk di wilayah itu, siklon tropis diberi nama Andrew, Katrina, Irma dan lain-lain," ucap Tony saat dihubungi, Kamis. 30 November 2017.

BMKG diberikan wewenang oleh organisasi meteorologi dunia (WMO) untuk memberi nama dan memantau perkembangan siklon tropis di wilayah laut sekitar Indonesia. Nama bunga dan buah jadi pilihan.

"Agar mudah diingat dan bisa disebarluaskan dengan mudah, kita memilih nama bunga dan buah yang dirasakan lebih netral," bebernya.

BMKG telah menyiapkan sejumlah nama bila siklon tropis selanjutnya tiba di Indonesia. Untuk urutan berikutnya, diberi nama Flamboyan, Kenanga, dan Lili secara berturut-turut.

Siklon Tropis Cempaka yang terjadi beberapa waktu lalu membawa cuaca ekstrem di wilayah selatan Jabar. Siklon berakhir pada 29 November 2017. Kini Siklon Tropis kembali muncul dengan nama Dahlia yang membawa angin kencang di wilayah Bandung Raya dan diperkirakan berakhir 3 Desember 2017.


(SUR)