Dua Pasien Difteri Meninggal di RSHS Bandung

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Rabu, 06 Dec 2017 19:51 WIB
klb difteri
Dua Pasien Difteri Meninggal di RSHS Bandung
Ilustrasi kesehatan, Medcom.id - M Rizal

Bandung: Jawa Barat menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) difteri. Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung, Jabar, merawat 11 pasien difteri sepanjang tahun 2017.

"Sebelas pasien kami tangani. Dua orang meninggal," kata Kepala Departemen Ilmu Kesehatan RSHS Djatmika Setiabudi di Bandung, Rabu, 6 Desember 2017.

Jumlah pasien meninggal ketimbang setahun lalu. Pada 2016, RSHS merawat 9 pasien anak-anak dan satu meninggal.

Saat ini, satu pasien asal Purwakarta masih dalam pemulihan. Pengobatannya memakan waktu selama 12 hari. "Kami sedang menunggu hasilnya. Bila negatif, pasien bisa pulang," kata Djatmika.

Sementara satu pasien lagi masih bermasalah pada saluran pernapasannya. Menurut Djatmika, pasien paling banyak berasal dari Purwakarta. Data dari Dinas Kesehatan Jabar pun menyebutkan Purwakarta rawan wabah difteri.

Difteri merupakan penyakit yang terinfeksi dari bakteri dari Corynebacterium diphtheriae. Serangan bakteri terjadi pada selaput lendir tenggorokan. 

"Bakteri ini biasanya menyebabkan sakit tenggorokan, demam, kelenjar bengkak dan lemas. Dalam tahap lanjut menjalar hingga menyebabkan kerusakan jantung, ginjal dan sistem saraf, kondisi ini sangat fatal dan bisa menyebabkan kematian," kata Djatmika.

Racun bakteri menginfeksi saluran pernapasan bagian atas. Bila menyebar, infeksi dapat menyumbat aliran pernapasamn.

"Sehingga leher membengkak dan perlu dilakukan operasi
Djatnika menuturkan, racun bakteri tersebut mampu membuat Infeksi saluran napas bagian atas.

"Bila terus menyebar maka akan menyumbat aliran pernapasan, bahkan menyebabkan pembengkakan dileher sehingga perlu dilakukan operasi atau Trachea Stormy," bebernya.



(RRN)