Dua Pekan Sakit, Kondisi Sutan Bhatoegana Makin Drop

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Selasa, 25 Oct 2016 15:54 WIB
sutan bhatoegana ditahan
Dua Pekan Sakit, Kondisi Sutan Bhatoegana Makin <i>Drop</i>
Sutan Bhatoegana dan Nazaruddin di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jabar. (Ant/Novrian Arbi)

Metrotvnews.com, Bandung: Sutan Bhatoegana tengah mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Medistra Tebet, Jakarta Selatan. Kondisi warga binaan Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, itu menderita penyakit gangguan liver.

Kepada Metrotvnews.com, Selasa, 25 Oktober, Kalapas Sukamiskin, Dedi Handoko, mengatakan, Sutan pernah dirawat di RS Hermina Bandung. "Saya mendengar pak Sutan sakit pada 10 Oktober, waktu saya sertijab. Waktu saya cek, dia dibawa ke RS Hermina Bandung," ungkap Dedi.

Baca: Sutan Bhatoegana Menghuni Lapas Sukamiskin

Sehari kemudian, RS Hermina merujuk mantan anggota Komisi VII DPR ini ke RS Medistra Tebet. Jadi, sejak itu Sutan dirawat di Jakarta. "Sesuai instruksi pimpinan, beliau diperbolehkan untuk memperoleh perawatan medis di Jakarta," bebernya.

Petugas Lapas Sukamiskin juga dikirim ke Jakarta untuk mendampingi Sutan. Hanya, Dedi tak merinci jumlah petugas pendamping itu.

Baca: Bantu Urus Remisi Terpidana Korupsi, Sutan Dapat Rumah

Menurut laporan anak buah Dedi, kondisi terkini Sutan menurun. Dedi belum tahu pasti jenis penyakit yang menyerang mantan politisi Partai Demokrat itu. "Katanya sakit liver," tuturnya. Hari ini, Dedi mengaku, akan ke Jakarta untuk mengecek kondisi Sutan.

Gratifikasi Sutan

Sutan Bhatoegana merupakan terpidana kasus gratifikasi terkait pembahasan APBN 2013 Kementerian ESDM. Pada Agustus 2015, Pengadilan Tipikor Jakarta menghukum Sutan selama 10 tahun penjara. Vonis itu dikuatkan Pengadilan Tinggi Jakarta pada 8 Desember 2015. Atas putusan itu, Sutan mengajukan kasasi.



Hukuman Sutan justru diperberat menjadi 12 tahun penjara di tingkat kasasi. Selain hukuman fisik, majelis hakim yang dipimpin Hakim Agung Artidjo Alkostar, memutus mencabut hak-hak politik Sutan ditambah denda Rp500 juta. Putusan kasasi diketuk pada Rabu (13/4/2016).

Sutan saat menjadi Ketua Komisi VII DPR menerima duit dari Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karno sebesar US$140 ribu dan dari Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini sebesar US$200 ribu.

Tidak hanya itu, Sutan menerima satu bidang tanah dan bangunan seluas 1.194,38 m2 di Medan dari Komisaris PT SAM Mitra Mandiri, Saleh Abdul Malik. Uang dan tanah itu tidak diberikan secara cuma-cuma karena untuk memuluskan berbagai perkara yang ada di DPR. 

Sutan masuk Lapas Sukamiskin Bandung, sejak 27 Mei 2016.


(SAN)