Perluasan TPA Burangkeng Terkendala RTRW

Antonio    •    Selasa, 22 Jan 2019 17:04 WIB
sampahlingkungan hidup
Perluasan TPA Burangkeng Terkendala RTRW
Ilustrasi: TPA Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi. (Antonio)

Bekasi: Perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat masih belum dapat dilaksanakan. Hal itu lantaran belum ada perubahan dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bekasi.

Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Supriyanto mengatakan, TPA yang memiliki luas sekitar 11,6 hektar tersebut telah berdiri sejak sekitar 22 tahun yang lalu.

Volume sampah yang masuk ke TPA tersebut mencapai sekitar 800 ton/hari. Menurutnya, diperlukan revisi RTRW Kabuapten Bekasi. “Sehingga bisa dilakukan perluasan,” kata Dodi di Bekasi, Selasa, 22 Januari 2019.

Baca: TPA Burangkeng Bekasi Melebihi Kapasitas

Dirinya menyatakan, untuk saat ini sampah yang masuk ke TPA Burangkeng diatasi dengan melakukan sanitary landfill. Penumpukan sampah akan dilakukan secara bergantian di empat zona yang berada di lokasi TPA tersebut.

Jika sampah di salah satu zona telah menumpuk, maka pengolahan sampah akan beralih ke zona lain secara begiliran. 

Diketahui, satu- satunya Tempat pembuangan akhir (TPA) milik Pemerintah Kabupaten Bekasi di Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat telah melebihi kapasitas daya tampung sampah.

Dodi  mengatakan saat ini tinggi tumpukan sampah yang idealnya 15 meter, kini telah mencapai 20 meter. Jika tidak diperluas, maka tinggi tumpukan sampah berpotensi terus bertambah. “Belum ada perluasan, kami maksimalkan tempat yang ada,” kata Dodi.  



(ALB)