Bahar bin Smith Didakwa Pasal Berlapis

P Aditya Prakasa    •    Kamis, 28 Feb 2019 13:24 WIB
kekerasan anak
Bahar bin Smith Didakwa Pasal Berlapis
Bahar bin Smith menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Kamis, 28 Februari 2019. Medcom.id/ P Aditya Prakasa.

Bandung: Bahar bin Smith didakwa pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Bahar didakwa pasal 333 ayat (2) KUH Pidana Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KHU Pidana, pasal 170 ayat (2) ke-2, pasal 351 ayat (2), dan pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.‎

Dalam dakwaannya, Jaksa Purwanto Joko Irianto mengatakan, penganiayaan dilakukan oleh Bahar terhadap dua orang remaja berawal saat kedua korbannya berada di Bali dan mengaku sebagai dirinya.

Mengetahui aksi keduanya, Bahar pun memerintahkan ‎anak buahnya bernama Agil Yahya dan Abdul Basith Iskandar mencari dan membawa kedua korban ke pondok pesantren (Ponpes) Bahar di Tajul Alawiyyin, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

‎"Dengan menggunakan tangan kosong yang dikepalkan, ditendang dengan kaki, dengan lutut pada tubuh bagian kepala, rahang dan mata secara berkali-kali," kata Purwanto di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Kamis, 28 Februari 2019.

Usai membacakan dakwaan, penasehat hukum Bahar akan mengajukan eksepsi atau nota pembelaan, terkait apa yang didakwakan kepada Bahar. Tim penasehat Bahar pun meminta kepada majelis hakim untuk memindahkan penahanan Bahar ke Lapas, karena saat ini masih ditahan di Polda Jabar.

‎Ketua Majelis Hakim yang dipimpin oleh Edison Muhamad, yang menjawab akan mempertimbangkan permintaan penasehat hukum.

‎Eksepsi akan dibacakan pada pekan depan, tepatnya pada Rabu, 6 Maret 2019. Untuk ruangan sidang, akan di pindahkan ke Gedung Arsip Perpustakaan Kota Bandung.‎

"Untuk tempat sidang juga a‎kan di pindahkan ke Gedung Arsip Perpustakaan Kota Bandung, karena persidangan lainnya harus berjalan," ungkap Edison. 


(DEN)