Belasan Warga Enggan Pindah dari Area Tol Cijago

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 01 Nov 2018 20:27 WIB
tol cijagotol
Belasan Warga Enggan Pindah dari Area Tol Cijago
Area pengerjaan proyek tol Cijago di Depo, Medcom.id - Octa

Depok: Pemerintah tengah mengerjakan proyek pembangunan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago)Sesi II melintasi Kecamatan Beji dan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Namun, hingga Kamis, 1 November 2018, masih ada lahan milik warga yang terdampak pembangunan tol belum dibebaskan.

Pantauan Medcom.id, lahan itu berlokasi di Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya dan Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji. Sementara di sisi kiri dan kanan lahan, terdapat aktivitas pengerjaan proyek pembangunan jalan tol.

Lahan yang belum dibebaskan tersebut memiliki luas satu hektare. Sebanyak 14 kepala keluarga bertempat tinggal di lahan itu.

Untung, 73, salah satu warga yang memilih tetap bertahan di area pengerjaan jalur tol tersebut. Ia mengatakan belum bisa melepaskan tanah karena nilai lahan dan bangunan (appraisal) yang diberikan oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Dan Pekerjaan Umum (PU) tidak sesuai.

"Yang mereka berikan itu, nilai appraisal tahun 2015 yang besarannya antara Rp9 hingga Rp10 juta per meter," ujar Untung kepada Medcom.id, Kamis, 1 November 2018.

Untung menuturkan nilai lahan dan bangunan naik setiap tahun. Kenaikan mencapai 30 persen per tahun.

"Jadi seharusnya, appraisal itu juga naik. Apalagi sekarang sudah 2018," ungkap Untung.

Aturan mengenai taksiran besaran harga lahan, sudah ditetapkan oleh pemerintah namun pihak BPN masih bersikeras menerapkan aturan lama.

"Akhirnya memang dikonsinyasi, namun tetap saja yang diterapkan nilai appraisal tahun 2015 bukan 2018, ya kami menolak," paparnya.

Proyek Tol Cijago terbagi ke dalam tiga seksi sepanjang 14,7 kilometer. Seksi I Jagorawi-Raya Bogor sepanjang 3,7 kilometer telah beroperasi sejak 2012 lalu.

Sementara Seksi II terbagi ke dalam dua seksi, yaitu Seksi 2a Margonda-Cisalak sepanjang 3,5 kilometer dan Seksi 2b Kukusan-Margonda sepanjang 2 kilometer.

Berdasarkan data monitoring Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), pekerjaan konstruksi Seksi 2A telah mencapai 90,32 persen. Sementara Seksi 2B sudah mencapai 95,75 persen.

Adapun untuk Seksi 3 Kukusan-Cinere sepanjang 5,5 kilometer, saat ini sedang dilakukan pembebasan lahan. Kebutuhan lahan untuk seksi ini seluas 44 hektar.

Pembangunan jalan tol tersebut, konsesinya dimiliki PT Translingkar Kita Jaya yang membutuhkan investasi Rp2,62 triliun. Senilai Rp1,11 triliun digunakan untuk konstruksi dan Rp930 miliar untuk pembebasan lahan.



(RRN)