Tiga Desa Desak TPA Jatiwaringin Tangerang Ditutup

Hendrik Simorangkir    •    Jumat, 26 Oct 2018 15:18 WIB
sampah
Tiga Desa Desak TPA Jatiwaringin Tangerang Ditutup
Sampah di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, menumpuk layaknya gunung. Medcom.id/Hendrik Simorangkir

Tangerang: Warga di tiga desa Kabupaten Tangerang mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menutup tempat pembuangan akhir (TPA) Jatiwaringin. Pengelolaan limbah dengan cara dibakar menimbulkan berbagai penyakit warga.

TPA tidak memiliki instalasi pengelolaan limbah air (IPAL). Warga mendesak TPA harus aman dan ramah bagi lingkungan sekitar dan disertai dengan fasilitas penunjang kesehatan.  

"Sudah banyak warga di tiga desa yaitu Jatiwaringin, Rajeg Mulya, dan Buaran Jati, menderita inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA)," ujar tokoh masyarakat Jatiwaringin, Satibi, Jumat, 26 Oktober 2018.

TPA juga dikhawatirkan mencemari resapan air sumur warga karena sudah bertahun-tahun tidak memiliki IPAL. Selain itu, pembakaran sampah yang telah menggunung tersebut dilakukan pengelola tiap hari.

"Pembakaran tersebut sudah terjadi berlangsung lama. Udara di sini sudah tercemar. Ini usulan yang sudah sering diajukan, karena kondisi seperti ini terus kami alami," jelasnya.

Titik api di TPA semakin banyak dan asap tebal semakin mencemari lingkungan. Upaya dari Pemkab Tangerang untuk mencegah pencemaran dituding tidak maksimal .

"Warga di sini hanya dapat kompensasi pengobatan gratis tiga bulan sekali. Kami sudah laporkan ke kepala desa, kecamatan, sampai ke dinas terkait. Imbas dari asap ini sampai ke tiga desa yang lain," katanya.

Kepala UPT TPA Jatiwaringim Hermawan mengatakan, pihaknya sudah maksimal dan sebaik mungkin untuk menata sampah di TPA. Namun, IPAL berada di kewenangan Pemkab Tangerang.

"Selama TPA Jatiwaringin berdiri tidak memiki IPAL, kendalanya adalah kita terbentur oleh anggaran, karena cukup besar untuk membuat IPAL tersebut. Saya harap kepada masyarakat sekitar TPA bersabar," kata Hermawan.
 


(SUR)