Instalasi Pipa PDAM Tirtawening Kembali Berfungsi

Roni Kurniawan    •    Selasa, 27 Nov 2018 17:21 WIB
kebocoran pipa
Instalasi Pipa PDAM Tirtawening Kembali Berfungsi
Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi (kanan) dalam Bandung Menjawab di Taman Sejarah Bandung, Jalan Aceh, Selasa 27 November 2018.

Bandung: Setelah sempat mengalami kerusakan, PDAM Tirtawening Kota Bandung memastikan pipa transmisi Cisangkuy telah diperbaiki. Saat ini, pipa dalam proses pengaliran air menuju pelanggan dan akan kembali normal pada Rabu 28 November 2018 besok.

"Alhamdulillah pipa yang kemarin bocor ini susah dapat tersambung sejak Senin malam kemarin. Jadi sekarang ini dalam progres pengaliran ke pelanggan dan besok sudah normal lagi," ujar Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi, dalam Bandung Menjawab di Taman Sejarah Bandung, Jalan Aceh, Selasa 27 November 2018.

Sonny mengatakan, perlu waktu untuk mengalirkan air sampai ke rumah-rumah pelanggan karena adanya kekosongan pipa akibat tak dialiri air selama dua hari. Sonny pun memastikan Rabu besok pelanggan yang terdampak sudah bisa menikmati aliran air dari PDAM.

"Ke pelanggan mungkin butuh sampai besok (Rabu), karena kan ketika kemarin berhenti dua hari pipa di distribusi se-Bandung kan pasti kosong. Berarti perlu waktu mengisi ulang. Normal-normalnya paling besok lah. Walaupun hari ini sudah kita beroperasi normal tapi untuk menormalkan lagi ke masyarakat butuh satu hari lagi," beber Sonny.

Baca: Pipa Transmisi PDAM Tirtawening Pecah

Sebelumnya, sebanyak 103.569 pelanggan terdampak pecahnya pipa transmisi Cisangkuy di Kabupaten Bandung pada Minggu 25 November dini hari. Pipa berusia 28 tahun itu rusak diperkirakan karena tekanan air yang besar mengalir secara mendadak.

"Penyebabnya karena tekanan besar yang mendadak, karena di situ pipanya sengaja dibedakan. Ketika ada water hammer, atau tekanan air yang bertambah secara mendadak, pipa air di situ yang akan pecah," ungkap Sonny.

Sonny pun memastikan, sistem perawatan pipa sudah sesuai dengan prosedur, yakni dengan mengatur tekanan air  dalam pipa. Soal usulan mengganti pipa keseluruhan, Sonny menilai, saat ini hal itu bukan solusi yang bijak. Pasalnya membutuhkan biaya sangat besar untuk mengganti pipa sepanjang 32 km.

"Pilihan bijak saat ini adalah bagaimana kita tetap melakukan upaya preventif sehingga potensi untuk terjadinya bocor ini bisa kita tekan," pungkas Sonny.



(ALB)