Jasa Penukaran Uang Baru Menjamur di Kota Bandung

Roni Kurniawan    •    Selasa, 21 Jun 2016 10:28 WIB
uang baru
Jasa Penukaran Uang Baru Menjamur di Kota Bandung
Seorang wanita tengah menawarkan uang kertas baru ke pengguna jalan (Foto: MTVN/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Dua pekan menjelang Lebaran 2016, jasa penukaran uang kertas sudah mulai menjamur di beberapa ruas jalan di Kota Bandung, Jawa Barat. Di antaranya di sekitar kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Jalan Merdeka, Kota Bandung.
 
Pantauan Metrotvnews.com, jasa penukaran uang baru sudah mewarnai sejumlah ruas jalan sejak Selasa pagi 21 Juni, pukul 08.00 WIB. Tak sulit untuk menemukan mereka. Biasanya penjaja uang baru mengenakan masker penutup mulut serta tas ransel yang digunakan di bagian depan.
 
Sejumlah uang kertas berbagai pecahan mulai dari Rp1.000 hingga Rp100 ribu berada di genggaman tangan penjaja uang baru. Mereka dapat dijumpai di depan kantor Wali Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jalan Merdeka, Jalan Lembong, dan Jalan Braga dekat pintu perlintasan kereta api.
 
Usaha mereka keluar sejak pagi hari pun berbuahkan hasil setelah beberapa pengguna jalan menepikan kendaraannya untuk menukarkan sejumlah uang kertas baru.
 
"Alhamdulillah, sudah dua kali yang nukar tadi. Pecahan Rp10 ribu sama Rp20 ribu," kata Deden, 38, saat ditemui di kawasan Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Selasa (21/6/2016).
 
Diakui Deden, setiap hari ia membawa lima pecahan mata uang yakni Rp2 ribu, Rp5 ribu, Rp10 ribu, Rp20 ribu dan Rp50 ribu. Dalam setiap transaksi penukaran uang, Deden mengambil keuntungan Rp5 ribu hingga Rp10 ribu. Bahkan tak jarang penukar memberikan uang lebih kepadanya.
 
"Paling ngambil untuk Rp5 ribu nepi (sampai) Rp10 ribu. Kalau ada yang bageur (baik) kadang ada yang ngasih Rp20 ribu," ujar dia.
 
Hal serupa diungkapkan Lisna, 46. Ibu tiga anak itu menjadikan jasa penukaran uang sebagai kegaitan tahunan. Namun ia mengaku saat ini belum begitu ramai orang-orang yang menukar sejumlah uang kertas. Berdasarkan pengalamannya, masyarakat mulai ramai menukar saat memasuki pekan ketiga Ramadan atau setelah tunjangan hari raya (THR) dibagikan.
 
"Pekan depan biasanya ramai kalau udah dapat THR. Makanya sekarang masih agak sepi. Kalau pagi-pagi gini paling biasanya yang mau pergi kerja," kata Lisna di Jalan Braga, Kota Bandung.

Menjelang Lebaran, kebutuhan uang kertas baru begitu tinggi. Sebab, membagi-bagikan uang kertas baru ke sanak saudara khususnya anak-anak sudah menjadi tradisi sejumlah umat muslim di Indonesia.

(TTD)