UNPAR Wujudkan Kerukunan dalam Keberagaman

Gervin Nathaniel Purba    •    Selasa, 10 Jul 2018 09:00 WIB
UNPAR
UNPAR Wujudkan Kerukunan dalam Keberagaman
Rektor UNPAR Mangadar Situmorang (Foto:Dok)

Bandung: Keberagaman adalah harta berharga yang dimiliki bangsa Indonesia. Oleh karena itu penting bagi setiap orang untuk merawat keberagaman tersebut. 

Hal ini sejalan dengan visi Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) dalam menjunjung tinggi keberagaman. UNPAR juga memiliki visi mewujudkan masyarakat yang humanis dan penuh cinta kasih.

"UNPAR ada di dalam semangat bersama dalam keberagaman, rukun dalam perbedaan, dalam ikhtiar mencari kebenaran dan mewujudkan kebaikan bersama,” ujar Rektor UNPAR Mangadar Situmorang, dalam keterangan tertulisnya.

Salah satu cara menjaga keberagaman adalah dengan mempererat tali silaturahmi, karena dengan terjalinnya silaturahmi, akan tumbuh rasa saling pengertian yang berujung pada terciptanya kerukunan dalam masyarakat.

UNPAR pun merajut silaturahmi dengan menggelar halal bihalal bertajuk Kerukunan dalam Keberagaman sebagai Wujud Fitrah Manusia yang Sesungguhnya. Acara yang diselenggarakan di Aula Gedung 9, Fakultas Ekonomi UNPAR, pada Kamis, 28 Juni 2018, itu dihadiri Pst Hendra Kimawan OSC yang mewakili pengurus Yayasan UNPAR, pimpinan universitas/biro/unit/lembaga UNPAR, pimpinan lembaga pemerintahan baik sipil maupun militer di sekitar kampus UNPAR, warga masyarakat Ciumbuleuit dan sekitarnya, purna bakti, serta sivitas akademika UNPAR.

Lebih lanjut Mangadar menjelaskan, visi UNPAR tersebut sejalan dengan nilai-nilai luhur masyarakat Parahyangan yang ditujukan bagi kemajuan seluruh elemen masyarakat.



Pada kesempatan yang sama, Koordinator Kopertis Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Usman Suherman menyoroti pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan di antara sesama manusia.

"Kita ditakdirkan oleh Allah menjadi manusia yang berasal dari sumber yang sama, tetapi dalam warna-warna dan kapasitas yang berbeda,” katanya.



Suherman menjelaskan, silaturahmi menjadi sangat penting dalam menjaga kekeluargaan seluruh umat manusia tanpa melihat perbedaan individu maupun kelompok. Manusia yang berilmu juga senantiasa meningkatkan diri dan belajar untuk menjadi insan yang rendah hati, mampu menghargai, dan menghormati insan lain.

Ia juga mengapresiasi upaya UNPAR dalam menjalin kerukunan bersama dengan masyarakat sekitar, sebagai contoh bagi perguruan tinggi lain untuk berkembang bersama masyarakat.


(ROS)