Pemerintah dan Unpar Diskusi Dampak Kebijakan Luar Negeri AS

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 19 Apr 2018 07:00 WIB
UNPAR
Pemerintah dan Unpar Diskusi Dampak Kebijakan Luar Negeri AS
Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menyelenggarakan diskusi Sinergitas Pemerintah RI-Akademisi HI Unpar-Industri Strategis (Foto:Dok)

Bandung: Arah perkembangan kebijakan Amerika Serikat (AS) terhadap isu strategis memunculkan beberapa tantangan sekaligus peluang di bidang politik, ekonomi, dan pertahanan baik secara global, regional, maupun domestik.

Jenis-jenis potensi yang muncul akibat perkembangan isu strategis tersebut mendorong perlunya sinergitas antara pemerintah RI, akademisi, serta industri strategis. Untuk itu,  Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menyelenggarakan acara diskusi Sinergitas Pemerintah RI-Akademisi HI Unpar-Industri Strategis yang bertajuk "Peluang dan Tantangan Kerja Sama Strategis Indonesia-Amerika Serikat dalam Bidang Pertahanan," pada Selasa, 10 April 2018. 

Diskusi tersebut hasil kerja sama antara Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu) melalui Direktorat Amerika I, Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa, dengan Pusat Studi Parahyangan Center for International Studies (PACIS), dan Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan (HI Unpar).

Diharapkan hasil diskusi dari beragam perspektif tersebut dapat menghasilkan kebijakan luar negeri yang mampu melindungi kepentingan nasional secara komprehensif dan efektif.





Hadir sebagai narasumber mewakili Direktorat Amerika I Kemlu RI yaitu Kepala Sub Direktorat Amerika I, Pangeran Ibrani Situmorang dan Diplomat Fungsional Sub Direktorat Amerika I Jaki Nurhasya. 

Narasumber yang mewakili akademisi HI Unpar yaitu Idil Syawfi selaku dosen yang menangani mata kuliah Kajian Strategis. Hadir pula sebagai moderator yaitu Putu Agung Nara Indra Prima Satya yang juga merupakan dosen HI Unpar.

Selain dihadiri dosen-dosen dari Prodi HI Unpar, acara ini juga dihadiri perwakilan dari instansi pemerintah, seperti Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, Direktorat Eropa III Kemlu RI, Direktorat KIPS Kemlu RI, Kapus P3K2 Amerop BPPK Kemlu RI, serta perwakilan dari industri strategis yang dikelola negara maupun swasta seperti PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT SSE Defence Indonesia, dan PT Regio Aviasi Industri.


(ROS)