Rekan Sempat Khawatir Peter Menulis tentang Soekarno

Antonio    •    Selasa, 11 Sep 2018 19:19 WIB
obituari
Rekan Sempat Khawatir Peter Menulis tentang Soekarno
Keluarga di sisi peti jenazah Peter Kasenda di Bekasi, Medcom.id - Antonio

Bekasi: Tindak tanduk Peter Kasenda merupakan sosok yang dihormati sejarawan lain. Namun, ia sempat membuat teman-temannya khawatir setelah menulis buku tentang Presiden perdana Soekarno pada era Orde Baru.

Peter ditemukan meninggal di kediamannya di Bekasi, Jawa Barat. Hasil visum dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, menyatakan Peter meninggal akibat serangan jantung.

Baca: Sejarawan Peter Kasenda Meninggal karena Sakit Jantung

Ali Anwar, teman almarhum, mengatakan Peter merupakan sosok yang dapat membangun pertemanan tanpa memandang usia. Lantaran itu, sejarawan dan alumni Universitas Indonesia (UI) menghormati Peter. Peter tercatat sebagai mahasiswa UI angkatan 1980.

Baca: Peter Kasenda Dikebumikan di Pondok Rangon Jakarta

"Semua pasti menghormati dia dan bisa dekat. Itu karena karya-karyanya,” kata Ali di Rumah Duka RS Elisabeth Bekasi, tempat Peter disemayamkan, Selasa 11 September 2018.

Ia mengatakan, tulisan Peter cenderung membahas tentang Soekarno. Ali pun sempat khawatir ketika Peter menulis tentang Soekarno pada era Orde Baru. 

Pasalnya, De-Sukarnoisasi sangat tinggi pada masa itu. De-Soekarnoisasi adalah kebijakan yang diambil oleh pemerintah Orde Baru di bawah Jenderal Soeharto untuk memperkecil peranan dan kehadiran Soekarno dalam sejarah dan dari ingatan bangsa Indonesia juga untuk menghilangkan pengkultusan dirinya (wikipedia).

“Saya sempat tanya sama Peter,  ‘enggak khawatir?’, ‘oh nggak, gue nulis Soekarno juga dari sisi yang lain’. Artinya, yang mungkin nggak menggangu, mengusik orde baru,” kenangnya . 

“Tapi, kalau melihat substansinya itu juga sebagai perlawanan, artinya dia bisa menulis tanpa harus menyakiti atau tanpa harus mengganggu orde baru,” lanjut Ali.

Diketahui bahwa, beberapa buku yang sempat ditulis Peter ialah Tokoh Indonesia dalam Era Pembangunan (1987), 90 Tahun Bung Karno (1991), Hari – Hari Terakhir Orde Baru : Menelusuri Akar Kekerasan Mei 1998 (2015) dan Soekarno di Bawah Bendera Jepang, 1942 – 1945 (2015).
 
Sebelum meninggal dunia, Peter Kasenda diketahui menjabat sebagai tenaga ahli Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Ia juga merupakan dosen sejarah di Universitas 17 Agustus 1945, Jakarta.

Berdasarkan pantauan, sejumlah karangan bunga nampak memenuhi rumah duka. Karangan bunga tersebut berasal dari sejumlah pihak diantaranya, BPIP, DPP PA GMNI, DPP GMNI dan MPR RI. Peti jenazah Peter yang berwarna putih telah ditutup. Bendera GMNI terlihat menyelimuti peti tersebut.



(RRN)