Setelah Gempa, Warga Sukabumi dan Cianjur Trauma

Benny Bastiandi    •    Sabtu, 18 Aug 2018 12:59 WIB
gempa bumi
Setelah Gempa, Warga Sukabumi dan Cianjur Trauma
Ilustrasi gempa, Medcom.id - M Rizal

Sukabumi: Gempa berkekuatan 4,7 SR mengguncang wilayah Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat, pada pukul 00.22 WIB, Sabtu, 18 Agustus 2018. Warga panik dan berhamburan keluar rumah setelah merasakan guncangan selama beberapa detik itu.

"Waktu itu saya lagi di kamar. Tiba-tiba bergoyang. Saya langsung lari keluar rumah sambil berteriak," kata Nuning Mustika Sari, 42, warga Jalan Moch Abbas, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan/Kabupaten Cianjur.

Nuning mengaku trauma dengan guncangan tersebut. Apalagi sebelumnya, ia membaca informasi di media sosial soal potensi gempa Sesar Cimandiri yang memicu kekuatan 8 MMI Modified Mercalli Intensity (MMI).

"Takut seperti gempa di Lombok. Tapi getaran gempa semalam hanya sebentar. Mungkin sekitar 2 hingga 3 detik," sebut Nuning.

Berdasarkan data yang diperoleh dari twitter Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berkekuatan 4,7 SR terjadi pukul 00:22:05 WIB. Titik koordinatnya berada di 7.48 LS - 106.66 BT atau berada di 68 kilometer Barat Daya Kota Sukabumi di kedalaman 35 kilometer.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sukabumi Maman Suherman mengatakan titik gempa berada di sekitar Kecamatan Cisolok atau di Pelabuhanratu. Namun, lanjut Maman, meskipun titik koordinat gempa berada di Sukabumi, tetapi hingga sekarang belum ada laporan terjadinya kerusakan sebagai dampak getarannya. BPBD sudah menginstruksikan semua relawan di setiap kecamatan menginventarisasi laporan di lapangan.

"Alhamdulillah, sampai sekarang belum ada laporan dampak getaran gempa," tandas Maman.

Terpisah, Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, mengaku masih menginventarisasi kemungkinan adanya laporan sebagai dampak guncangan gempa. Utamanya di wilayah yang berbatasan langsung dengan Sukabumi.

"Hingga kini belum ada laporan. Tapi kami sudah melakukan cek dan ricek ke aparatur pemerintahan desa dan kecamatan di sejumlah wilayah, utamanya di daerah yang berbatasan dengan Sukabumi, seperti di Kecamatan Takokak atau di Kecamatan Agrabinta," kata Sugeng.

Ia pun menegaskan gempa berkekuatan 4,7 SR itu tak berkaitan dengan potensi gempa bumi berintensitas 8 MMI yang dipicu gerakan Sesar Cimandiri. Gempa 4,7 SR berepisentrum di laut.

"Kalau potensinya memang ada, soalnya kan Cianjur berada di wilayah patahan dan lempengan. Tapi waktunya tak bisa diprediksi," tandasnya. 


(RRN)