Pasukan Rompi Merah di Bandung Dibubarkan

Roni Kurniawan    •    Kamis, 24 May 2018 13:21 WIB
pmks
Pasukan Rompi Merah di Bandung Dibubarkan
Ilustrasi: Seorang pengemis tidur di jembatan penyeberangan. MI/Panca Syurkani

Bandung: Dinas Sosial dan Penanggulanganan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung, Jawa Barat, membubarkan pasukan Rompi Merah yang bertugas sejak 2016 silam. Pasukan Rompi Merah tersebut bertugas sebagai penghalau utama penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Kepala Dinsosnangkis Kota Bandung Tono Rusdiantono menyebut pasukan Rompi Merah dinilai tidak efektif untuk menghalau dan menjaring PMKS. Pasalnya, jumlah PMKS di Kota Bandung terus bertambah setiap tahunnya dan kini mencapai 80 ribu orang.

"Ada 1.768 pasukan Rompi Merah, setelah dievaluasi dan melihat dana yang sangat besar dikeluarkan tapi efektivitas tidak baik. Jadi diberhentikan dulu," ujar Tono dalam program Bandung Menjawab di Taman Sejarah Bandung, Jalan Aceh, Kamis, 24 Mei 2018.

Tono mengatakan, pasukan Rompi Merah tersebut terdiri dari pekerja lepas baik dari Satpol PP, Linmas serta Dinsosnangkis yang dikenakan rompi warna merah. Mereka bertugas di beberapa titik yang menjadi tempat memangkal para pengemis dan gelandangan.

Anggaran yang cukup besar dari Dinsosnangkis membuat pasukan Rompi Merah kini diberhentikan. Bahkan Dinsosnangkis mengalihkan menjadi satuan petugas (satgas) yang melakukan verifikasi data warga miskin di Kota Bandung.

"Sementara untuk menjangkau PMKS kita tetap berkoordinasi dengan Satpol PP melakukan razia," sambungnya.

Tono pun mengaku belum mengetahui kapan akan mengaktifkan kembali pasukan Rompi Merah yang biasa berjaga-jaga di titik keramaian rawan PMKS. Pasalnya, Dinsosnangkis kini tengah menggodok aturan ketat untuk menghalau PMKS.

"Kita sedang kaji aturannya, biar clear aturannya karena ini juga menyangkut anggaran," ungkap Tono tanpa membeberkan anggaran untuk menangani PMKS di Kota Bandung.


(SUR)