Kapolda Jabar: Kuota Putra Daerah Taruna Akpol Hanya Isu

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 03 Jul 2017 15:08 WIB
polri
Kapolda Jabar: Kuota Putra Daerah Taruna Akpol Hanya Isu
Ilustrasi: Penerimaan calon polisi dan taruna Akpol. (Antara/Basri Marzuki)

Metrotvnews.com, Bandung: Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan membantah telah mengeluarkan keputusan kuota khusus putra daerah dan kuota nonputra daerah untuk penerimaan calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol).

Di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin, 3 Juli 2017, Anton menyebut hal itu hanyalah isu belaka. Dia menyebut hal itu muncul akibat salah persepsi orangtua calon taruna. 

"Mungkin itu salah persepsi, makanya saya di sini meluruskan, jangan sampai untuk menutupi hal yang tidak baik malah dimunculkan hal-hal demikian," tuturnya. 

Anton menuturkan, selama ini dirinya tidak mengetahui terkait keputusan kuota putra daerah yang menjadi fokus permasalahan selama ini. "Putra daerah itu jelas isu, dan tidak ada buktinya," paparnya.

Ihwal kuota putra daerah tersebut membuat Mabes Polri mengambil alih proses penerimaan calon taruna Akpol 2017 di Jabar. Keputusan itu, kata Asisten Kepala Polri Divisi Sumber Daya Manusia Irjen Arief Sulistyanto, diambil setelah terbit keputusan Kapolda Jabar yang menyatakan kuota penerimaan Taruna Akpol dibagi menjadi kuota khusus putra daerah dan kuota nonputra daerah.

"Saya ke sini dalam rangka melakukan supervisi terhadap proses penerimaan anggota Polri 2017 di Polda Jawa Barat. Keputusan Kapolda Jabar dibatalkan," kata Arief kepada wartawan di Mapolda Jabar, Sabtu 1 Juli 2017.

Menanggapi itu, Anton tak keberatan. Penerimaan Akpol di wilayah Jabar, katanya, lebih baik diverifikasi ulang dan diambil alih Mabes Polri sebagai pembuktian.

"Memang lebih baik diambil alih Mabes sekaligus sebagai pembuktian tidak ada apa-apa di Jabar," tandasnya.


(SAN)