Pangandaran Diguncang Gempa 5,0 SR

Sunnaholomi Halakrispen    •    Rabu, 02 Jan 2019 00:23 WIB
gempa bumi
Pangandaran Diguncang Gempa 5,0 SR
Ilustrasi - Medcom.id.

Jakarta: Gempa berkekuatan 5,0 skala richter (SR) mengguncang Pangandaran, Jawa Barat. Gempa terjadi pukul 19.25 WIB, Selasa, 1 Januari 2019.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di 10.62 Lintang Selatan (LS) dan 108.46 Bujur Timur (BT).

Gempa laut tersebut memiliki kedalaman 10 kilo meter. Wilayah gempa berjarak 327 kilo meter Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. 

Posisi gempa juga berjarak 330 kilo meter Barat Daya Cilacap, Jawa Tengah. Kemudian, 331 kilo meter Tenggara Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. 

Selain itu, gempa kali ini berjarak 378 kilo meter Barat Daya Yogyakarta dan sejauh 526 kilo meter Tenggara Jakarta. Namun, diinformasikan bahwa gempa kali ini tidak berpotensi tsunami. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangandaran, Jawa Barat, Nana Ruhena, memastikan gempa berkekuatan 5,0 skala richter di Barat Daya Pangandaran tidak berpotensi bencana tsunami.

"Tidak berpotensi tsunami. BPBD Kabupaten Pangandaran langsung melakukan koordinasi dengan relawan penanggulangan bencana, penggiat wisata, TNI, Polri, dan masyarakat," ujar Nana Ruhena dilansir dari Antara, Selasa, 1 Januari 2019.

Ia menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait gempa yang terjadi pukul 19.25 WIB pada Selasa, 1 Januari 2019 itu. Masyarakt pun diimbau agar tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.

"Imbauan kepada warga dan wisatawan supaya tetap tenang dan beraktivitas sebagaimana biasa dan tidak usah khawatir," tuturnya.

Sementara itu, kata Nana, situasi pantai wilayah Pangandaran seperti aktivitas sosial maupun perekonomian tampak seperti biasa, usai gempa terjadi. Lantaran tidak berpotensi tsunami, Nana menyarankan agar wisatawan yang hendak ke Kabupaten Pangandaran tidak membatalkan jadwal wisatawanya.

"Jangan sampai menunda apalagi sampai membatalkan rencana wisata," pungkasnya.


(DMR)