Skywalk Cihampelas Mulai Terlihat Kumuh

Roni Kurniawan    •    Rabu, 24 Oct 2018 17:39 WIB
pedagang kaki lima (pkl)
Skywalk Cihampelas Mulai Terlihat Kumuh
Skywalk Cihampelas, Bandung, Jawa Barat. Medcom.id/ Roni

Bandung: Area pedestrian di atas Jalan Cihampelas yang dikenal dengan nama Skywalk Cihampelas kini terlihat kumuh. Keindahan Skywalk Cihampelas mulai luntur setelah berdirinya puluhan tenda yang didirikan oleh pedagang kaki lima (PKL).

Berdasarkan pantauan Medcom.id, area pedestrian di atas jalan utama Cihampelas itu nampak terlihat kotor serta tidak teraturnya lapak PKL. Padahal Pemerintah Kota Bandung telah menata lapak PKL tersebut berjumlah 197 kios.

Menurut komunitas PKL Skywalk Cihampelas, Kiki Amaluki, kehadiran tenda-tenda terpaksa dipasang oleh guna menutup barang dagangan dari terik panas serta rintikan hujan. 

"Kios aslinya gak ada tempat berteduh. Kalau hujan dagangan jadi basah. Sudah banyak yang rusak. Soalnya di sini tidak ada tempat berteduh untuk pedagang sama pembeli," kata Kiki di Skywalk Cihampelas, Jalan Cihampelas, Rabu 24 Oktober 2018.

Padahal Skywalk Cihampelas pernah masuk sebagai salah satu nominator pada kategori tujuan wisata baru terpopuler (Most Popular New Destination) di Indonesia dari Kementerian Pariwisata. Namun justru kini Skywalk Cihampelas tampil kumuh tanpa perawatan yang berkelanjutan

"Memang ada yang negur, saya bilang kalau pakai tenda begini jadi kumuh. Ya, saya bilang silakan saja cobain jaga waktu hujan dan panas," sambungnya.

Skywalk Cihampelas merupakan program yang dicetuskan Pemkot Bandung dimasa kepemimpinan Ridwan Kamil pada 2016 silam. Bahkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat melihat langsung area pedestrian serta relokasi bagi PKL Cihampelas tersebut.

Namun dikatakan Agus Sofyan, salah seorang pedagang kaus ini, Skywalk Cihampelas tidak memiliki fasilitas perlindungan dari hujan dan panas untuk para pedagang dan pembeli. Pasalnya diakui Agus, ketiak musim hujan tak sedikit barang dagangan basah serta sepinya pengunjung ke area pedestrian tersebut.

"Fasilitasnya kurang memadai. Jadi kalau musim hujan ya sepi, tidak ada pembeli. Jadi ya pasang tenda supaya dagangan enggak basah," keluh Agus ditempat yang sama.




(ALB)