Bahar bin Smith Disidang Pekan Depan

P Aditya Prakasa    •    Kamis, 21 Feb 2019 12:55 WIB
penganiayaan anak
Bahar bin Smith Disidang Pekan Depan
Bahar bin Smith bakal Sidang di PN Bandung

Bandung: Pengadilan Negeri (PN) Bandung akan segera menggelar sidang perkara penganiayaan terhadap remaja dengan tersangka Bahar bin Smith. Sidang tersebut akan digelar pada hari Kamis, 28 Februari 2019 mendatang.

Ketua PN Bandung Edison M mengatakan, pihaknya telah menunjuk hakim yang akan memimpin sidang yang menyita perhatian publik tersebut.

"Jadi ada persidangan yang mungkin menyita perhatian publik, dan kasus itu sudah kami jadwal sidangnya minggu depan," kata Edison di PN Bandung, Kamis 21 Ferbruari 2019.

Mengenai adanya kemungkinan tempat sidang dipindahkan, Edison menilai hal itu tergantung situasi. Terlebih sidang dengan terdakwa Bahar bin Smith diperkirakan akan dihadiri massa cukup banyak.

"Pengadilan tetap di sini, untuk kemungkinan pindah nanti lihat situasi. Kalau misalnya mengganggu persidangan lain dan sebagainya, kemungkinan dipindah ke tempat lain, kalau lancar ya tetap di sini," kata dia.


Ketua Pengadilan Negeri Bandung Edison M.

Edison mengatakan, dirinya sendiri menjadi salah satu hakim yang akan memimpin jalannya sidang bersama Fuad Muhammad dan M Razaad.

"Salah satu hakimnya saya sendiri, kebetulan saja saya yang ditunjuk, gak ada alasan lain. Sebetulnya ini kan perkara pidana murni," ucap dia.

Bahar disangkakan dalam kasus dugaan penganiayaan dua remaja MHU, 17 dan ABJ, 18. Polisi menjerat BS dengan pasal berlapis yakni Pasal 170 ayat (2), Pasal 351 ayat (2), Pasal 333 ayat (2), dan Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Kasus dugaan penganiayaan oleh Bahar bin Smith terjadi di Kabupaten Bogor. Kejaksaan Negeri Cibinong melayangkan surat ke Mahkamah Agung memohon agar sidan digelar di PN Bandung.

Permohonan itu disetujui oleh Mahkamah Agung melalui surat Keputuasan Ketua MA Nomor 24/KMA/SK/II/2019. Berkas yang dilimpahkan ke PN Bandung terdiri dari tiga berkas, yaitu Bahar bin Smith, Agil Yahya, dan M Abdul Basith. 




(ALB)