Kisah Orang Tua Korban saat Granat Meledak

Rizky Dewantara    •    Jumat, 15 Feb 2019 19:51 WIB
penemuan granatledakan granat
Kisah Orang Tua Korban saat Granat Meledak
Kesedihan tersurat di raut wajah Abdul Majid, orangtua dari Muhammad Mubarok, 10, yang meninggal dunia akibat ledakan granat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Medcom.id/Rizky Dewantara

Bogor: Kesedihan tersurat di raut wajah Abdul Majid, orangtua dari Muhammad Mubarok, 10, yang meninggal dunia akibat ledakan granat amunisi jenis SPG (senjata pelontar granat) di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dia mengisahkan kronologi yang membawa duka ke keluarganya itu.

Abdul menuturkan dirinya sedang berada di dalam rumah saat ledakan granat menewaskan putra bungsunya. Sontak dirinya terkejut mendengar suara ledakan yang sangat keras dari samping rumahnya.

"Mendengar suara ledakan, saya langsung keluar rumah, saat itu saya melihat anak saya dan dua temannya tergeletak bersimbah darah," kata Abdul, saat ditemui Medcom.id, di rumahnya, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 15 Februari 2019.

Baca: Dua Anak di Bogor Tewas karena Ledakan Granat

Sambung dia, melihat kondisi Mubarok dan temannya sudah tergeletak bersimbah darah, dirinya dan warga sekitar langsung bergegas membawanya ke rumah sakit. Nahas, nyawa sang anak tidak dapat tertolong karena terkena ledakan.

"Sudah tidak kelihatan bentuk mukanya (Mubarok). Saya tidak bisa mikir apa-apa langsung saya bawa ke rumah sakit namun sudah meninggal dunia. Kalau temannya sempat dirawat, tapi yang satu (Doni) meninggal kemarin malam, satu lagi masih dirawat," jelas Abdul.

Abdul pun mengaku sudah ikhlas atas kepergian putranya tersebut. Namun, istrinya Siti Nurhasanah masih dalam kondisi syok karena melihat Mubarok meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

"Istri saya masih syok, masih kebayang almarhum anak saya. Mungkin Ini sudah jadi kehendak Allah," ungkap dia.

Baca: Bupati Bogor Minta Penjelasan Danrem Kencana Terkait Ledakan Granat

Meski demikian, Abdul menegaskan, bahwa granat yang dibawa anaknya itu sudah berada di rumah sejak Minggu, 10 Februari 2019. Namun karena bentuknya yang asing, Abdul tidak menyangka bahwa barang tersebut merupakan granat amunisi jenis SPG (senjata pelontar granat) yang masih aktif.

"Bentuknya mirip ujung deodoran, setengah bulat gitu warna kuning. Saya kira onderdil mobil, enggak tahu kalau ternyata itu granat," terangnya.

Diketahui, dua anak bernama Muhammad Mubarok, 10, dan Muhammad Doni, 14, tewas akibat ledakan granat di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor pada Kamis, 14 Februari 2019. Dan satu anak bernama Khoirul Islami, 10, masih kritis dirawat di RSUD Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.


(SUR)