GPRB, Upaya Revitalisasi Citarum

Anggi Tondi Martaon    •    Senin, 05 Nov 2018 23:08 WIB
berita kemenko pmk
GPRB, Upaya Revitalisasi Citarum
Kemenko PMK berupaya mencapai target revitalisasi Citarum melalui Gerakan Pengurangan Risiko Bencana (Foto:Dok.Kemenko PMK)

Jakarta: Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tengah mengupayakan penyiapan program lintas sektoral untuk mencapai target revitalisasi Citarum. Upaya itu dilakukan melalui Gerakan Pengurangan Risiko Bencana (GPRB).

Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK Iwan Eka Setiawan menjelaskan, GPRB dilakukan melalui beberapa bagian, yaitu persiapan strategi penanggulangan bencana tingkat desa; pengelolaan peringatan dini; penyiapan jalur evakuasi; penanganan kaum rentan dan disabilitas.

"Termasuk di dalamnya peningkatkan kepedulian lingkungan dalam pengelolaan sampah sepanjang DAS Citarum yang juga turut mendukung Gerakan Indonesia Bersih di program Revolusi Mental," kata Iwan dalam keterangan tertulis, Senin, 5 November 2018.

Dalam implementasinya, Iwan bersama tim blusukan selama dua hari meninjau aksi nyata kelompok masyarakat. Kunjungan dilakukan di 5 titik, yaitu Kelurahan Pasawahan, Kelurahan Andir, Desa Bojongmalaka, Desa Tegalluar dan Desa Bojongsoang sebagai daerah percontohan. 

Gerakan aksi di kawasan DAS Citarum diawali dengan pembekalan dan peningkatan kapasitas tanggap bencana para kader. Nantinya, mereka mensosialisasikan hingga pelaksanaan aksi nyata yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dengan membangun tempat pengelolaan sampah, kegiatan penghijauan, gerakan kebersihan, hingga membuat kreativitas mural dan sebagainya.

Secara umum, Iwan mengapresiasi pelaksanaan program yang dicanangkan. Masyarakat disebut sudah memperbaiki lingkungan dibantu oleh TNI, seniman, pelaku industri dan berbagai pihak lainnya membersihkan daerah mereka.

"Penguatan koordinasi, komitmen, gotong royong dan kerja keras bersama merupakan kunci keberhasilan program ini," sebut dia.

Sementara itu, Usang Suparman, Ketua RW 05 Kelurahan Andir, menyampaikan, keberhasilan revitalisasi Citarum tidak akan maksimal jika tidak ada kepedulian, khususnya masyarakat dan industri yang berada di sepanjang Citarum.

"Gerakan perubahan mental bagi siapapun jadi sangat penting untuk mewujudkan Citarum Harum," tambahnya. 

Sementara itu, Kolonel Inf. Yudi Zanibar selaku Komandan Sektor 6 Satgas Citarum Harum menambahkan, kepedulian masyarakat menjadi penting dalam pelaksanaan program. DIa pun menghimbau agar semangat ini tetap dipertahankan.

"Mari bergotong royong merawat dan meningkatkan kesadaran, untuk ekosistem yang seimbang di hulu Citarum,” jelas Yudi. 

Selain aksi bersih-bersih, masyarakat juga melukis dinding atau mural di sekitar lokasi. Kegiatan tersebut dilakukan bersama mahasiswa-mahasiswi ITB yang dikomandoi oleh seniman Jawa Barat, Tisna Sanjaya

Trisna menyebutkan, tidak hanya mural, ke depan dirinya berupaya akan membangun karya seni rupa yang berbahan sampah. "Di atas tembok mural ini, nanti akan ditambahkan karya saya yang berbahan artefak-artefak (sampah-sampah) yang berasal dari Citarum," tutur Tisna.


(ROS)