Pemerintah Tunggu Perpres Pengelolaan Sampah Termal

Antonio    •    Rabu, 21 Mar 2018 17:19 WIB
pembangkit listrik
Pemerintah Tunggu Perpres Pengelolaan Sampah Termal
Tempat pembuangan sampah terpadu Bantargebang, Bekasi, menjadi lokasi PLTSa. (ANT/Risky Andrianto)

Bekasi: Pemerintah melalui Kementerian Kordinator Bidang Kemaritiman akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) melalui proses termal di sepuluh kota se-Indonesia. Sayangnya, keputusan itu harus menunggu pembahasan peraturan presiden (perpres) rampung. 

"Selama ini proses dalam Perpres ada 10 kota yang sudah masuk di sana. Memang rata-rata kita hitung (produksi sampah) 1.000 ton per hari, harga jual listriknya sudah dihitung sudah disepakati juga. Itu tertuang dalam Perpres itu," kata Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Bidang Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin di Bekasi, Jawa Barat, Rabu 21 Maret 2018.

Baca: Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Dibangun di Bantargebang

Pembangunan PLTSa tersebut akan dieksekusi setelah pilot poject PLTSa di Bantargebang, Kota Bekasi, selesai dibangun pada 2018. "Kita sangat berharap ini yang pertama," ujarnya.

Ia menyatakan telah melihat pengolahan sampah secara termal di negara lain seperti Jerman dan Jepang. Dia berharap, melalui pengelolaan sampah secara termal, bisa menyelesaikan persoalan sampah. 

Delapan dari sepuluh kota yang akan dibangun PLTSa antara lain Bandung, Jakarta, Tangerang, Solo, Surabaya, Makassar, Palembang, dan Bali.

Ridwan menyatakan, ketika perpres keluar, selanjutnya dilakukan studi kelayakan di kota tersebut. Sementara, pembangunan PLTSa di TPST Bantargebang tetap berlanjut. 

"Beberapa sudah mulai, Bandung dan sekitarnya, Tangerang, serta DKI," kata dia.



(LDS)