Vicky Rhoma Irama Daftar Jadi Calon Wakil Bupati Bogor

Rizky Dewantara    •    Senin, 08 Jan 2018 16:30 WIB
pilkada 2018
Vicky Rhoma Irama Daftar Jadi Calon Wakil Bupati Bogor
Gunawan dan Vicky Rhoma Irama mendaftar di KPU Kabupaten Bogor, Senin, 8 Januari 2018, Medcom.id - Rizky

Bogor: Fikry Zulfikar Irama alias Vicky mendaftarkan diri sebagai calon wakil bupati Bogor mendampingi Gunawan Hasan. Pasangan Gunawan-Vicky maju dari jalur independen.

Vicky merupakan putra Raja Dangdut Rhoma Irama. Vicky mengaku tertarik terjun ke dunia politik karena memiliki keturunan warga Bogor dan ingin membangun kabupaten tersebut.

"Alhamdulillah saya telah mendaftar bersama Pak Gunawan Hasan sebagai calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Bogor," ujar Vicky usai mendaftar di KPU Kabupaten Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Jawa Barat, Senin, 8 Januari 2018. 

Vicky mengaku mengalami kendala saat mendaftar. Ia mengaku belum melengkapi beberapa dokumen.

"Intinya semua berkas persyaratan yang belum lengkap, akan kami tuntaskan secepatnya. Harus lebih giat lagi dalam berjuang semakin solid semakin kompak," bebernya.

Vicky juga menjelaskan alasan dirinya maju melalui jalur independen. Menurut dia, dari sekian banyak pilihan partai politik dan independen, Gunawan Hasan adalah yang paling terbaik. 

"Ini merupakan pilihan yang terbaik dari paling baik. Harapan saya ke depan, saya akan selalu setia mendampingi beliau (Gunawan Hasan) untuk memajukan Kabupaten Bogor. Saya minta doa dan dukungannya dari masyarakat Kabupaten Bogor," tandasnya.

Sementara itu, Calon Bupati Kabupaten Bogor, Gunawan Hasan menuturkan,
hasil verifikasi faktual masih ada kekurangan persyaratan yakni sebesar 23 ribu pendukung. Namun pada tanggal 18 hingga 20 Januari 2018, tim akan  masukan peryaratan untuk perbaikan. 

Gunawan juga mengungkapkan, pendaftaran dirinya di pemilihan kepala daerah bukan soal penasaran. Sebab pada 2013, ia juga mendaftar sebagai calon bupati.

"Semua berdasarkan panggilan hati masyarakat dan hasil survei. Sejumlah persoalan masih banyak yang belum teratasi. Seperti infrastruktur yang belum merata, dari bidang kesehatan juga dan  sektor pendidikan, masih banyak anak putus sekolah," ungkapnya. (Dewantara)


(RRN)