Jembatan di Penangkaran Rusa Cariu Ambruk

Polisi Periksa 4 Saksi terkait Insiden Jembatan Rubuh

Rizky Dewantara    •    Rabu, 03 Jan 2018 22:17 WIB
jembatan rubuh
Polisi Periksa 4 Saksi terkait Insiden Jembatan Rubuh
Jembatan gantung di objek wisata penangkaran rusa Cariu di Desa Buana Jaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, sebelum ambruk. Foto: MI/Dede Susianti

Bogor: Polsek Tanjungsari telah memeriksa empat saksi terkait putusnya jembatan objek wisata tempat penangkaran rusa di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Senin, 1 Januari 2018, Sore. Satu orang tewas dan 34 orang lainya luka-luka.

Kapolsek Tanjungsari, Iptu Muhaimin menjelaskan, pihaknya memanggil empat saksi terkait peristiwa ambruknya jembatan objek wisata penangkaran rusa yang terjadi di wilayahnya.

"Empat orang saksi sudah kami mintai keterangan, dua orang dari pengelola tempat objek wisata dan dua orang lagi saksi mata yang melihat peristiwa tersebut," ungkapnya saat ditemui Masjid Agung Tanjungsari, Rabu, 3 Januari 2018.

Muhaimin juga menjelaskan, untuk saat ini pihaknya juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kemungkinan berkas kasus ini akan dilampahkan ke Polres Bogor.

"Reskrim Polres Bogor turut mengikuti olah TKP. Jadi kemungkinan besar kasus ini akan dilimpahkan ke sana," akunya.

(Baca: Jembatan di Penangkaran Rusa Cariu Ambruk, Puluhan Orang Luka)

Masih kata Muhaimin,  putusnya jembatan tersebut mengakibatkan salah satu wisatawan asal Bekasi meninggal dunia.  "Korban Neni, 45, asal Bantar kemang Bekasi, dilaporkan meninggal dunia saat di perjalanan menuju RSUD Cileungsi," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Budi Pranowo mengatakan, korban pada peristiwa jembatan ambruk di lokasi wisata penangkaran rusa, Kabupaten Bogor, kebanyakan wisatawan yang mengisi liburan Tahun Baru 2018.

Pantauan di lapangan pukul 19:10 WIB, Rabu, 3 Januari 2018, lokasi jembatan objek wisata penangkaran rusa telah dipasangi garis polisi. Debit air sungai Cibeet yang berada di bawah jembatan tersebut sedang mengalami banjir bandang yang mengakibatkan jembatan tersebut terbawa arus sungai.

(Baca: Begini Kondisi Jembatan Gantung Penangkaran Rusa yang Ambruk)

Loket objek wisata itu tertimpa besi penyangga jembatan dan bebapa pohon tumbang. Beruntung kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa.  Budi juga menjelaskan, pihaknya telah mendata seluruh korban pada peristiwa tersebut. Sebanyak 34 korban jembatan ambruk di lokasi wisata penangkaran rusa telah didata.

Untuk korban yang dirujuk ke Rumah Sakit, ada enam orang dan sudah mendapat penanganan. Berikut identitas korban yang masih dirawat:
1. Susanti, 35, warga Setu Cilengsi, dirujuk ke RS Medirosa.
2. Cangkuipa, 76, warga Setu Cileungsi, dirujuk ke RS Medirosa.
3. Mumun, 50, warga Cubarusah, dirujuk ke RS Medirosa.
4. Wahyu, 19,  warga Karawang, dirujuk ke RS Medirosa.
5. Dedeh, 29, warga Jonggol, dirujuk ke RS Permata Jonggol.
6. Susi, 17, warga Karawang, dirujuk ke RSUD Karawang.


(SUR)