Jumlah Korban Tewas akibat Banjir Garut Capai 23 Orang

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Kamis, 22 Sep 2016 09:53 WIB
banjir bandang garut
Jumlah Korban Tewas akibat Banjir Garut Capai 23 Orang
Warga dan petugas mengevakuasi barang setelah banjir bandang menerjang Kampung Cimacan, Garut, Ant - Adeng Bustomi

Metrotvnews.com, Bandung: Jumlah warga yang meninggal akibat terjangan banjir bandang di Garut, Jawa Barat, mencapai 23 orang. Seluruh korban tewas kini berada di RS TNI AD Guntur Garut. 

Data tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus. Yusri juga mengatakan tim masih mencari 12 korban.

"Untuk korban luka berat sebanyak 4 orang dan 27 warga luka ringan," kata Yusri melalui pesan singkat, Kamis (22/9/2016).


(Kampung Cimacan, Garut, Jabar, porak poranda setelah banjir bandang menerjang pada Selasa malam 20 September 2016, Ant - Adeng Bustomi)

Yusri mengatakan tim menemukan korban-korban itu di tempat yang berbeda. Misalnya Lapang Paris, Kampung Bojong Larang, Kampung Cimacan, Kampung Cisurat, dan Kecamatan Wado.

Sementara itu, Koordinator Protokoler dan Humas Basarnas Kantor SAR Bandung Joshua Banjarnahor belum dapat menaksir kerugian akibat bencana tersebut. Sebab, Basarnas masih fokus membantu korban.


(Warga korban banjir bandang mengungsi ke Korem 062 Tarumanagara Garut, Ant - Adang Bustomi)

Menurut Joshua, bangunan yang rusak berat mencapai 135 unit. Kerusakan terjadi pada kantor dan rumah.

"Bangunan dengan kerusakan sedang ada 19 unit, rusak ringan 187 unit, terendam 451 unit dan yang hanyut 194 unit," bebernya.

Selanjutnya, menurut Joshua, penanganan evakuasi dan pemberian bantuan terhadap korban bencana tersebut disalurkan pada sejumlah posko. Yaitu:

1. Posko Bencana BPBD Kab.Garut
2. Posko Bencana Makodim 0611/Garut
3. Posko Pengungsi Makorem 062/TN
4. Posko Aju Polsek Tarkid
5. Posko Aju Cimacan

Sebanyak 1.395 personel gabungan diterjunkan untuk mencari korban hilang. Petugas memfokuskan pencarian di tujuh titik di Garut.

Berikut videonya:


Banjir bandang menerjang tujuh kecamatan di Garut pada Selasa malam 20 September. Banjir terjadi lantaran Sungai Cimanuk tak dapat menampung air hujan. Sungai meluap hingga merendam ratusan rumah di bantaran.


(RRN)