Penimbun dan Penjual Solar Bersubsidi ke Industri Ditangkap

P Aditya Prakasa    •    Selasa, 11 Sep 2018 10:37 WIB
bbm ilegal
Penimbun dan Penjual Solar Bersubsidi ke Industri Ditangkap
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Bandung: Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat mengungkap kasus penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Seorang tersangka bernama Dedi Herman Setiawan, 49, terbukti menimbun dan menjual BBM bersubsidi kepada industri.

Kepala Polda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, pengungkapan kasus berawal dari ditemukannya truk‎ pengangkut air yang dimodifikasi untuk diisi BBM jenis solar. Setelah dilakukan penyelidikan, truk tersebut ternyata membawa solar untuk dijual kembali ke industri.

"Kita sudah lakukan langkah-langkah penyidikan. Intinya ini merugikan masyarakat yang seharusnya menerima subsidi, tetapi menjadi langka," kata Agung di Markas Polda Jawa Barat, Senin, 10 September 2018.

Direktur Ditreskrimsus Polda Jawa Barat Kombes Pol Samudi mengatakan modus operandi dipakai Dedi yaitu membeli BBM jenis solar bersubsidi ke SPBU dengan menggunakan truk tangki air. Pelaku kemudian memindahkan solar bersubsidi dari tangki ke tangki penyimpanan.

BBM bersubsidi tersebut dibawa ke gudang di Jalan Fatahillah, Desa Megugede, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon untuk dipindahkan menggunakan mesin pompa alkon.

"Selanjutnya BBM solar bersubsidi tersebut dijual untuk kepentingan industri. Dia ditangkap di Cirebon belum lama ini," kata Samudi.

Samudi mengatakan, Dedi membeli solar di SPBU di Cirebon dengan harga Rp 5.150 per liter. Kemudian dijual kembali ke industri dengan harga lebih tinggi yaitu Rp7.300 per liter

"Untuk melancarkan aksinya, pelaku bekerja sama dengan operator SPBU. Pelaku mengiming-imingi petugas SPBU mendapatkan keuntungan Rp200 per liter," kata Samudi.

Dedi telah menjalankan aksinya itu sejak Juli 2018 lalu. Dalam sepekan, dia menjual dua sampai tiga kali pengiriman BBM bersubsidi.

"Tersangka meraup keuntungan hampir Rp200 juta sejak Juli sampai awal September. Tersangka kini ditahan di Polda Jawa Barat," ucap Samudi.

Penyidik mengamankan empat truk, dua tangki bahan bakar, satu mesin alkon, dua selang, satu gulung kabel terminal, satu unit carger aki, 40 struk pembelian di tiga SPBU wilayah Cirebon.

"Kami akan kembangkan lagi kasus ini," kata Samudi.

Tersangka Dedi, dijerat Pasal 55 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman hukuman pidana penjara enam tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar.

 


(SUR)