Disdik Kota Bekasi Ingin Ubah Skema Zonasi PPDB

Antonio    •    Sabtu, 14 Jul 2018 11:22 WIB
pendidikanPPDB 2018
Disdik Kota Bekasi Ingin Ubah Skema Zonasi PPDB
Ilustrasi proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) online. Medcom.id/Farhan Dwitama

Bekasi: Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi berencana mengubah sistem jalur zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online yang telah berlaku saat ini. Sekelumit masalah bermunculan akibat sistem zonasi yang diterapkan saat ini.

Sedianya, pada jalur zonasi di PPDB Online 2018, calon peserta didik mendapatkan penambahan skor apabila berada di RW, Kelurahan atau Kecamatan yang sama dengan sekolah tujuan. Hal itu sempat mendapat keluhan karena warga yang rumahnya dekat dengan sekolah tidak mendapatkan penambahan skor yang diharapkan lantaran berada di RW atau Kelurahan yang berbeda.

Mereka hanya memperoleh tambahan skor yang lebih kecil karena masuk dalam jalur zonasi kecamatan saat mendaftarkan diri ke sekolah tujuan . Hal itu juga disebabkan tidak meratanya infrastruktur SMP, Ini membuat warga setempat hanya mendapat skor tambahan untuk jalur zonasi kecamatan.

"Itu yang perlu kita evaluasi kedepannya sejauh ini memang upaya yang terbaik hanya ini," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzie, Jumat 13 Juli 2018.

Ia menjelaskan, pihaknya berencana memberlakukan sistem jarak pada PPDB Online tahun 2019. Supaya, warga yang rumahnya dekat dengan sekolah dapat terakomodir dan mendapat skor tambahan yang sama.

"Ke depan kita pakai sistem jarak. Enggak lagi pakai skema RW atau Kelurahan, Kecamatan, Nanti enggak ada lagi ditemukan kasus mereka jarak rumah dengan sekolah dekat tapi beda Kelurahan mendapat poin sedikit," ujarnya.

Jumlah tambahan skor untuk jalur zonasi RW sebanyak 240, kelurahan 180 dan kecamatan 150. Jumlah tersebut ditambah Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN) bagi warga yang berada di wilayah sekolah tujuan.

Sebelumnya diberitakan, PPDB online tahap dua di Kota Bekasi, Jawa Barat, hanya untuk jalur zonasi. Walaupun masih ada sekitar 1.900 kursi kosong, namun tidak semua peserta didik dapat mengisi kekosongan tersebut.

Roeslan, 54, warga Perumahan Duren Jaya, Bekasi Timur, terpaksa mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta. Walaupun berat karena sudah tak bekerja, anaknya tetap harus sekolah.

Dia menilai, sistem zonasi PPDB Online 2018 tingkat SMP di Kota Bekasi tidak adil untuk wilayah yang tidak punya sekolah negeri. Roeslan mencontohkan, di wilayahnya tiada ada SMP negeri. Sementara 14 SD negeri tersebar di dalam zonasi.


(SUR)