Polisi Dalami Pembacokan Dua Korban Begal

Antonio    •    Sabtu, 26 May 2018 11:25 WIB
kekerasanaksi begal
Polisi Dalami Pembacokan Dua Korban Begal
Ilustrasi - Medcom.id.

Bekasi: Polres Metro Bekasi Kota masih masih mendalami dua kasus dalam peristiwa pembacokan berdarah di Jembatan Summarecon Bekasi yang menyebabkan satu orang tewas.

Kasus pertama ialah pencurian dengan kekerasan (curas) yang diduga dilakukan AS dan IY. Dua begal itu kemudian mendapatkan perlawanan dari kobannya, AR dan MIB. Perlawanan dua orang itu lantas berujung pada dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Saat ini, AR dan MB masih berstatus saksi, meski begitu, bisa saja dipidana karena melakukan penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia.

"Kalau ini masuk (bela diri), berati dia ada alasan pemaaf, jadi dia tidak bisa dipidana," kata dia di Bekasi, Jumat 25 Mei 2018.

Nantinya, ahli dan gelar perkara yang akan menentukan apakah tindakan korban yang membacok terduga pelaku masuk dalam kategori pembelaan diri atau tidak. Jika masuk dalam kategori tersebut, maka korban memang melakukan kekerasan tapi tidak dapat dipidana karena membela diri.

Baca: Kronologi Begal di Bekasi Dibacok Korban

"Tapi, hal itu tergantung pada hasil penyelidikan pihak kepolisian dan ahli," tambah Indarto.

Sementara, terduga pelaku curas, IY diketahui sempat ditahan polisi karena kasus begal. Ia bahkan sudah berulang kali beraksi.

"Tapi pada saat itu dia terpaksa ditangguhkan karena korban-korban ini belum ketemu, jadi emang pelaku curas si IY ini," ujarnya.

Untuk saat ini IY masih terbaring mendapat layanan kesehatan di rumah sakit. Ia dilarikan ke rumah sakit karena mendapat luka bacok dari korbannya yang melakukan perlawanan saat gawainya hendak diambil.


(DMR)