Diprediksi Jumlah Gelandangan Berdatangan ke Bandung Jelang Lebaran

Roni Kurniawan    •    Kamis, 24 May 2018 12:20 WIB
sosial
Diprediksi Jumlah Gelandangan Berdatangan ke Bandung Jelang Lebaran
Warga di kawasan proyek pembangunan Pusat Pelayanan Usaha Kesejahteraan Sosial Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Desa Rancacili, Kota Bandung, Sabtu 8 Februari 2017, Ant - Fahrul Jayadiputra

Bandung: Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, mendata sebanyak 80 ribu penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) pada 2017. Pemkot memprediksi jumlah tersebut bertambah pada Ramadan 2018 dan menjelang Idulfitri.

Kepala Dinas Sosial dan Penanggulanganan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung, Tono Rusdiantono, mengatakan sebagian besar PMKS berasal dari luar kota. Mereka datang mencari uang di Bandung.

"Dari 80 ribu orang itu ada 26 jenis masalah. Sementara 70 persen PMKS itu berasal dari luar kota," kata Tono dalam acara Bandung Menjawab di Taman Sejarah Bandung, Kamis 24 Mei 2018.

Beberapa masalah yang muncul seperti gelandangan yang berkeliaran dengan gerobak, pengemis, pedagang seks komersil, anak jalanan, dan manusia yang mengecat tubuhnya dengan warna perak lalu mengemis di jalan raya.

Tono mengatakan dalam data tersebut terdapat 172 orang PMKS yang merupakan warga Kota Bandung. Puluhan ribu PMKS itu pun kerap terjaring di kawasan yang ramai pengunjung. Seperti pusat perbelanjaan, termina, stasiun, dan kawasan kuliner.

"Ada 32 titik di Jalan Riau, Kosambi, Pasirkoja, Pasteur, Laswi, Hasan Sadikin, Taman Jomblo itu campur dengan anak punk. Paling banyak di Leuwi Panjang sambil mereka sambil membawa senjata tajam," sambungnya.

Tapi, kata Tono, di hari ke delapan Ramadan, petugas belum menemukan gelombang kedatangan PMKS di Bandung. Ia memprediksi PMKS mendatangi Bandung sepekan sebelum Lebaran.

"Makanya kami mulai rutin penertiban dan telah mendirikan posko di 10 titik," pungkasnya.


(RRN)