Sofyan Tsauri Bantah Isu Telah Mencetak Pelaku Teror

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Sabtu, 19 May 2018 17:41 WIB
terorisme
Sofyan Tsauri Bantah Isu Telah Mencetak Pelaku Teror
Sofyan Tsauri mantan narapidana terorisme yang juga mantan polisi. (medcom.id/Octavianus Dwi Sutrisno)

Depok: Sofyan Tsauri mantan narapidana kasus terorisme yang juga mantan polisi menanggapi beberapa pernyataan dan tuduhan yang selama ini ditujukan kepada dirinya. Pasalnya, terdapat isu yang menyebutkan dirinya telah memproduksi ikhwan yang siap melakukan aksi teror.

"Saya diisukan melatih militer, saya menolak keras ini adalah suudzon dan prasangka buruk terhadap sesama umat muslim," ungkap Sofyan Tsauri, di rumah orang tuanya, Jalan Kesenian, Depok, Jawa Barat, Sabtu 19 Mei 2018.

Sofyan menegaskan, semasa hidupnya sebelum tersandung kasus terorisme berprofesi sebagai polisi yang berada di bawah unit Sabhara Polres Depok dan terakhir bertugas di Binmas pada 2008.

"Saya ini hanya mantan anggota kepolisian biasa di bagian Binmas dan Sabhara. Tidak ada yang lain, jadi saya menolak bila ada informasi - informasi yang menyatakan bahwa saya itu sempat bertugas di Brimob," tegasnya.

Sofyan pun menegaskan, sempat mendengar kabar yang menyatakan bahwa dirinya seorang intelijen. 

"Saya enggak pernah di intelejen dan serse, saya hanya mantan polisi biasa. Oleh sebab itu, Kepada para penuduh, datangkanlah bukti. Saya bersumpah bukan intelijen," tandasnya.

Sofyan Tsauri merupakan mantan narapidana teroris yang dihukum 10 tahun penjara atas tindakannya memasok bantuan senjata dan amunisi terhadap jaringan teroris Dulmatin. Diduga Senjata dan amunisi tersebut juga digunakan untuk pelatihan militer di Nanggoro Aceh Darussalam. 


(LDS)