Pengelola SPBU di Bandung Bantah Curang

Roni Kurniawan    •    Jumat, 19 Oct 2018 14:28 WIB
penipuan
Pengelola SPBU di Bandung Bantah Curang
Mesin pengisian bahan bakar di SPBU di Kiaracondong, Bandung, Jumat 19 Oktober 2018, Medcom.id - Roni Kurniawan

Bandung: Dua mesin pengisian bahan bakar minyak di SPBU Jalan R.E Martadinata (Jalan Riau) dan Jalan Ibrahimadjie (Kiaracondong) disegel karena melakukan kecurangan. Pengelola dua SPBU tersebut pun berdalih tidak mengetahui adanya alat ilegal yang terdapat di mesin pompa BBM.

"Kita enggak tahu ada alat ini, karena mesin ini belinya bekas waktu itu dan masih bagus. Jadi dipakai saja," ujar Yati Mulyati selaku staf administrasi di SPBU Kiaracondong, Jumat 19 Oktober 2018.

Yati menuturkan, mesin pompa BBM tersebut dibeli pada 2006 silam oleh pemilik SPBU tersebut. Namun ia bersama pegawai lainnya tidak mengetahui keberadaan alat tersebut yang bisa mengurangi jumlah BBM ke konsumen.

"Kita enggak paham masalah mesin, karena selalu di cek sesuai SOP tidak ada masalah. Makanya kita jalan saja jual bensin," sambungnya.

Baca: Dua SPBU di Bandung Disegel karena Curang

Yati pun mengaku setiap hari sebelum mulai beroperasional kerap dicek melalui alat ukur takaran BBM. "Dicek juga ukurannya tepat, tidak ada masalah," dalihnya.

Hal senada pun diungkapkan Basir Ahmad, manajer SPBU di Jalan Riau. Bahkan Basir menilai selama ini takaran pompa BBM tersebut sudah seuai aturan tidak melebih ambang batas yang ditetapkan sekitar 0,5 persen.

"Apalagi ini baru empat bulan lalu mesinnya dipasang, karena kan selalu ngantre yang premium. Jadi kita tambah satu nozel," kata Basir di SBPU Jalan Riau.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Erick M. Attauriq mengaku, pihaknya telah rutin mengecek ke seluruh SPBU setiap tahun. Setelah diproses pengecekan pun setiap SPBU dipasang stiker di mesin pompa BBM.

"Tapi pada saat rentang antara pemeriksaan ke tahun berikutnya ya tadi ada dugaan indikasi kecurangan termasuk melepas segel, sebetulnya tidak boleh," ungkap Erick disela-sela sidak.


(ALB)