Terapkan Edubox Smart School, Bandung Bisa Hemat Rp30 Miliar

Roni Kurniawan    •    Selasa, 01 Nov 2016 15:41 WIB
pendidikan
Terapkan Edubox Smart School, Bandung Bisa Hemat Rp30 Miliar
Seorang tenaga ahli sedang menunjukkan pengoperasian program Edubox Smart School ke Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di SMPN 1 Bandung, Jalan Kesatriaan, Selasa (1/11/2016). Foto: Metrotvnews.com/Roni

Metrotvnews.com, Bandung: Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Emil) meluncurkan program Edubox Smart School di 25 sekolah. Program tersebut diklaim bisa memangkas anggaran belanja sekolah hingga Rp30 miliar.

Program yang digerakkan menggunakan perangkat lunak itu membuat sekolah tak perlu lagi menggunakan kertas saat ujian. Pasalnya, dengan program ini pelajar cukup menggunakan smartphone untuk menjawab soal-soal ujian.

"Menghemat Rp30 miliar per tahun karena kita bisa mengurangi penggunaan kertas. Ujian sekarang bisa dengan ponsel, kira-kira begitu," kata Emil usai meluncurkan Bandung Smart School di SMPN 1 Bandung, Jalan Kesatriaan, Selasa (1/11/2016).

Emil mengatakan, untuk kelancaran program tersebut, program diusahakan tak menggunakan jaringan internet. Pasalnya, jika ujian serentak dilakukan, khawatir jaringan internet terkendala, terutama oleh faktor cuaca.

"Ini enggak pakai jaringan internet, jadi hanya lokal di area sekolah. Jadi, kalau hujan tidak akan berpengaruh ke sistemnya," kata Emil.

Bagi pelajar yang tak memiliki smartphone, sekolah menyediakan fasilitas komputer. "Namun, berdasarkan survei, 90 persen pelajar sudah memiliki smartphone, jadi tak ada kendala berarti," kata dia.

Untuk mengerjakan soal, siswa cukup membuka aplikasi di smartphone. Setiap pelajar dipastikan mendapatkan soal yang berbeda.

Emil mengatakan, untuk tahun ini baru 25 sekolah yang menerapkan Edubox Smart School. Tahun depan seluruh sekolah diharapkan sudah menerapkan program ini. "Ini sebagai salah satu upaya menghemat pengeluaran," kata dia.

Untuk menerapkan program ini, satu sekolah dibutuhkan biaya sekitar Rp25 juta. Khusus 25 sekolah yang menerapkan pertama, biaya pengadaan alat dan tenaga ahli dibantu Bank BJB.


(UWA)