Pemkab Purwakarta Gelar Sayembara, Serahkan Orang Gila Diberi Rp2 Juta

Reza Sunarya    •    Kamis, 10 Nov 2016 06:50 WIB
purwakarta ads
Pemkab Purwakarta Gelar Sayembara, Serahkan Orang Gila Diberi Rp2 Juta
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi meninjau penanganan pengidap gangguan jiwa (Foto:Dok)

Metrotvnews.com, Purwakarta: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, mulai Rabu, 9 November 2016, menggelar sayembara bagi warga yang anggota keluarganya mengidap gangguan kejiwaan.

Dalam sayembara ini, disediakan kompensasi Rp2 juta kepada warga yang mau memboyong anggota keluarganya agar diurus secara layak oleh pemerintah daerah. Selain nominal tersebut, seluruh biaya pengobatan dan perawatan ditanggung Pemkab Purwakarta.

“Warga yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan kejiwaan, silakan serahkan kepada pemerintah daerah. Kami akan urus hingga sembuh. Bagi yang mau menyerahkan, kita siap memberikan kompensasi Rp2 juta," ucap Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.

Bupati yang akrab disapa Kang Dedi itu tak cuma mengadakan sayembara. Dia sekaligus mengancam kepala desa dan RT/RW jika tidak melaporkan warganya yang mengidap gangguan kejiwaan. Apalagi bila sampai menelantarkannya. Kang Dedi mengancam akan menunda gaji kepala desa dan perangkat di bawahnya.

Kang Dedi meminta, aparat desa mulai dari kepala desa hingga ketua RT pro-aktif menyisir warga yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan.
 
“Kalau tidak punya alat komunikasi, bisa melapor melalui aparat desa. Nah, aparat desa juga harus pro-aktif. Segera laporkan jika terdapat warganya yang mengalami gangguan jiwa. Kalau tidak pro-aktif, kami tahan honornya,” ujar Kang Dedi, tegas.


Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi meninjau penanganan pengidap gangguan jiwa (Foto:Dok)

Pemerintah Kabupaten Purwakarta selama ini tidak hanya menangani pasien warga Purwakarta saja. Menurut data Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Purwakarta, dalam satu bulan, pihaknya mengurus sekitar 50 orang gila yang terlantar di jalan dan berasal dari luar Purwakarta.

Terkait permasalahan ini, Kang Dedi memberikan arahan, pasien dari luar Kabupaten Purwakarta yang mengalami gangguan jiwa agar menjalani rehabilitasi di Yayasan Mentari Hati Kota Tasikmalaya pimpinan Dadang Heryadi.

“Orang gila yang ditemukan di jalan banyak sekali, dan rata-rata memang bukan warga Purwakarta. Demi kemanusiaan, kita antar mereka ke Yayasan Mentari Hati di Kota Tasik. Di sana memakai pendekatan kekeluargaan. Pengobatannya pun tidak memakai bahan kimia. Kita kirim tenaga pendamping ke sana,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk menunjang kesuksesan program ini. Diharapkan, tidak ada lagi warga Purwakarta yang mengidap gangguan jiwa dan ditelantarkan keluarga.

Bagi warga Purwakarta yang ingin melaporkan dan menyerahkan anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi membuka SMS Center 08121297775, Twitter @DediMulyadi71, Fanpage Facebook Kang Dedi Mulyadi, dan akun instagram @DediMulyadi71.


(ROS)