JK Jenguk Mantan Gubernur Jabar

Roni Kurniawan    •    Sabtu, 10 Jun 2017 11:23 WIB
jusuf kalla
JK Jenguk Mantan Gubernur Jabar
Wapres Jusuf Kalla (tengah), Menkominfo Rudiantara (kanan) dan Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo (kiri). (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Wakil Presiden Jusuf Kalla menjengguk mantan Gubernur Jawa Barat periode 1970-1974 Solihin Gautama Purwanegara yang tengah terbaring di Rumah Sakit Advent Bandung, Sabtu, 10 Juni 2017.

Mantan gubernur yang akrab disapa Mang Ihin itu dirawat di RS Advent sejak 4 Juni. Dia mengalami stroke ringan.

Wapres tiba sekitar pukul 08.15  WIB dan langsung menuju ruang perawatan di lantai 4. JK datang didampingi Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo.

JK berada di dalam sekitar satu jam. Dia mengatakan, kondisi Mang Ihin sudah membaik. Mang Ihin juga sudah bisa tersenyum dan bicara.

"Masih senyum-senyum dan bisa bicara. Alhamdulillah umur beliau kan sudah hampir sepuh. Kalau sakitnya (apa) nanti dokter lebih tahu," kata JK usai menjenguk Mang Ihin.

JK mengaku, sosok Mang Ihin sudah seperti orangtua sendiri dan menjadi panutan sebagai pemimpin. Terlebih semangat Mang Ihin begitu menggebu untuk meneruskan perjuangan bangsa yakni tetap menjadi NKRI berpancasila.

"Sejak dulu beliau begitu. Doa kesembuhannya, kita mendoakan," tandasnya.

Usai menjenguk Mang Ihin, JK bertolak ke Jakarta menggunakan jalur udara melalaui Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung.

Mang Ihin vs Bang Ali

Mang Ihin merupakan Gubernur Jabar ke-10. Dia dilahirkan di Tasikmalaya, pada 21 Juli 1926. Saat awal kepemimpinan, Mang Ihin pernah saling lempar kritik dengan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

Kritik itu terkait pengelolaan wilayah perbatasan Jakarta dan Jawa Barat. Wilayah Bekasi, Tangerang, dan sebagian Bogor dianggap Bang Ali tidak diurus oleh Jabar. Makanya, pembangunan wilayah itu 'diambil' Jakarta.

Mang Ihin, seperti tertulis di The Trouble Shooter (Cenderamata 80 Tahun Solihin GP), mengikhlaskan pembangunan tiga wilayah itu pada Jakarta. Namun, dia mengkritik balik Ali Sadikin. "Kalau Bang Ali ahli strategi ulung dan hebat, jadikan saja Jawa Barat dan DKI Jakarta satu provinsi," sindir Mang Ihin.


(SAN)