Warga Bandung Laporkan Investasi Bodong Berbasis Aplikasi ke OJK

Roni Kurniawan    •    Sabtu, 16 Sep 2017 10:09 WIB
investasi bodong
Warga Bandung Laporkan Investasi Bodong Berbasis Aplikasi ke OJK
Korban investasi bodong memperlihatkan berkas pelaporan Bareskrim di Kantor OJK Regional 2 Jawa Barat, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bandung, Jumat 15 September 2017. Foto: MTVN/Roni Kuarniawan

Metrotvnews.com, Bandung: Puluhan warga Bandung mendatangi kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 2 Jawa Barat, Jumat 15 September 2017. Kedatangan mereka mewakili ratusan korban yang merasa tertipu oleh perusahaan investasi berbasis multi level marketing (MLM) bernama Talk Fusion.

Menurut perwakilan korban, Azis Asopari, dia bersama ratusan warga lainnya merasa tertipu dengan iming-iming investasi yang ditawarkan oleh Talk Fusion. Perusahaan ini menjual aplikasi informasi dan teknologi yang dipasarkan melalui MLM. Lewat pemasaran tersebut para korban dijanjikan mendapatkan keuntungan jika berhasil merekrut anggota baru.

Perusahaan yang didirikan di Tampa Florida, Amerika Serikat sejak 2007 ini masuk ke Indonesia pertama kali pada 2012 yang dibawa oleh Mario Halim dan Marselinus Halim. Seluruh kegiatan TF diselenggarakan oleh perusahaan Indonesia, V Trust.

Namun perusahaan tersebut nampaknya belum mengantongi izin untuk beroperasi di Indonesia. Bahkan  OJK telah merilis 80 perusahaan termasuk TF sebagai perusahaan investasi bodong oleh OJK pada Januari 2017 lalu.

"Kami menuntut OJK memberhentikan operasional Talk Fusion. Karena sampai sekarang masih ada kegiatan, seharusnya tidak boleh," ujar Aziz di Kantor OJK Regional 2 Jawa Barat, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bandung, Jumat 15 September 2017.

Aziz mengatakan rilis perusahaan investasi bodong membuat mereka tidak bisa menjalankan bisnis penjualan aplikasi dan merekrut anggota baru untuk mendapat keuntungan. Investasi yang ditanamkan pun tidak membuahkan hasil sejak mendaftar.

Padahal, pihak Talk Fusion meyakinkan bisnis online ini tidak memerlukan izin.

Peserta baru tahu Talk Fusion ilegal saat OJK mengeluarkan 80 daftar perusahaan yang tidak berijin awal Januari 2017. Pada akhir Januari, keluar surat dari Kabaintelkam mengenai 80 perusahaan bodong, TF ada di urutan ke 71.

Ia mengaku para korban awalnya menginvestasikan minimal Rp30 juta. Dari investasi tersebut, mereka dijannikan keuntungan 150 dolar Amerika untuk perekrutan setiap anggota barunya.

"Kami para pelapor berjumlah sekitar 300 orang, kita yang datang ke sini mewakili karena berbagai pertimbangan. Kerugian saat masuk sekitar kurang lebih Rp12 miliar," tutur dia.

Begitu pengumuman keluar, ia mewakili korban lain melapor ke OJK Jawa Barat, Polrestabes Kota Bandung, Satgas Waspada lnvestasi, Bareskrim Mabes Polri dan Kementerian Perdagangan.

Namun hingga beberapa bulan ini, belum ada tindak lanjut dan kejelasan atas perusahaan investasi ini. Oleh karenanya, puluhan warga yang mewakili ratusan korban dari berbagai profesi ini kembali mendatangi OJK untuk meminta kejelasan.
Berdasarkan hasil pertemuan, OJK Jawa Barat dikatakan Aziz belum mau mengambil sikap dan menunggu instruksi dari pusat.

"OJK katanya akan membuat rilis (perusahaan bodong) tapi sampai saat ini, hari ini kami datang dan OJK belum mau merilis ulang karena ini keputusan OJK pusat katanya," cetusnya.
 


(SUR)