Mendagri Minta Jabar Sinergikan Program 2018 dengan Nawacita

Surya Perkasa    •    Kamis, 13 Apr 2017 19:46 WIB
mendagri
Mendagri Minta Jabar Sinergikan Program 2018 dengan Nawacita
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat memberi sambutan dalam acara Musrenbang Jawa Barat. Foto: MTVN/Surya Perkasa

Metrotvnews.com, Bandung: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta Provinsi Jawa Barat menciptakan program tahun 2018 yang komprehensif dan bersinergi dengan Nawacita pemerintah pusat. Sebab tahun depan merupakan masa-masa pembuktian bagi Pemerintahan Joko Widodo dan rezim pemerintahan Agus Heryawan.

"Pertengahan tahun depan, Pemerintahan Pak Jokowi akan dievaluasi sesuai janji. Satu tahun ini, mantapkan pula agar janji kampanye gubernur, skala prioritas DPRD, masukan dari perguruan tinggi, LSM dan Forkopimda semuanya terpadu," kata Tjahjo dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembanungan (Musrenbang) Jawa Barat di Bandung, Kamis 13 April 2017.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan tahun depan akan fokus pada masa akhir pemerintahannya. Seluruh janji-janji di masa kampanye harus mampu dibuktikan.

Tentunya, kata Tjahjo, untuk menciptakan program yang sesuai dengan visi dan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) periode 2015-2019 tidaklah mudah. Seluruh penyelenggara urusan pemerintahan daerah harus dilibatkan dan saling berkoordinasi agar rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2018 sejalan dengan RPJM nasional dan daerah.

Namun pekerjaan rumah Gubernur Aher tak lagi banyak. Tinggal memantapkan yang sudah ada. Sebab kata Tjahjo sendiri menilai pencapaian Jabar sudah cukup baik. Dia pun memuji 11 rencana prioritas Aher yang fokus meningkatkan sumber daya manusia.

Di akhir pidatonya, Tjahjo berharap gubernur, bupati, dan walikota benar-benar serius mengawasi pekerjaan program kerjanya hingga ke kegiataan dan penganggaran secara detail.

"Saya mohon pak gubernur, bupati dan walikota memahami satuan tiga. Jangan semua diserahkan ke SKPD. Tiap 3 bulan sekali ditanya, kalau tidak tercapai, ganti saja," kata Tjahjo.


(MBM)