Komite I DPD Minta Petani Teluk Jambe yang Ditangkap Segera Dibebaskan

Anindya Legia Putri    •    Rabu, 17 May 2017 17:43 WIB
berita dpd
Komite I DPD Minta Petani Teluk Jambe yang Ditangkap Segera Dibebaskan
Wakil Ketua Komite I DPD RI Benny Ramdhani (Foto:Metrotvnews.com/Anindya Legia Putri)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim Mediasi Komite I DPD RI mengunjungi rumah dinas Bupati Karawang, yang menjadi tempat tinggal sementara Petani Teluk Jambe Karawang, Jawa Barat, yang tengah mengalami konflik agraria dengan PT Pertiwi Lestari.

Tim Mediasi tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Komite I DPD Benny Ramdhani, Anggota Komite I senator asal Jawa Barat Eni Sumarni, dan senator asal Papua Barat Jacob Esau, serta perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kementerian Agraria dan Tata ruang.

Pada pertemuan tersebut dibahas tiga solusi dari pemerintah. Tim Mediasi DPD juga meminta agar aparat penegak hukum dapat segera membebaskan seluruh petani Teluk Jambe yang ditahan saat mempertahankan tanah tempat tinggalnya.

Sebanyak 11 petani pada Januari 2017, menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kawarang dengan dakwaan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap petugas keamanan PT Pertiwi Lestari, perusahaan yang bersengketa dengan warga.

"Pada hari ini, saya berharap ibu-ibu dan bapak-bapak bisa kembali tertawa. Dengan adanya solusi dari pemerintah, harus ada semangat baru. Dan saya berharap ibu-ibu selalu diberi kekuatan, terlebih ada beberapa petani yang ditangkap. Saya berharap, mereka bisa segera dibebaskan," tutur Anggota Komite I DPD RI Eni Sumarni, saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Karawang, Jawa Barat, Rabu, 17 Mei 2017.

Senada dengan Eni, Pimpinan Tim Mediasi Komite I DPD yang juga Wakil Ketua Komite I DPD Benny Ramdhani, meminta aparat penegak hukum membebaskan petani Teluk Jambe.

"Semoga bisa segera dibebaskan. Dengan keluarnya kebijakan presiden melalui menterinya, hal ini berarti para petani tidak bersalah karena tengah memperjuangkan tanah miliknya. Saya berharap Bupati dan Wakil Bupati Karawang bisa segera berkomunikasi dengan Polres untuk memproses hal ini," ucap Benny.


(ROS)