Massa Bubar Usai Gembok Gerbang PLTU II Cirebon

Ahmad Rofahan    •    Senin, 10 Oct 2016 15:19 WIB
unjuk rasa
Massa Bubar Usai Gembok Gerbang PLTU II Cirebon
Setelah menggembok gerbang, pendemo juga memasang spanduk protes di pintu proyek PLTU II Cirebon, Jabar, Senin (10/10/2016). (Foto-foto: Metrotvnews.com/Ahmad Rofahan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Ratusan warga dari sejumlah desa di seputar area PLTU Cirebon I dan II akhirnya membubarkan diri pukul 13.30 WIB, Senin 10 Oktober. Demonstrasi sejak pagi hari itu berakhir setelah aparat mengizinkan mereka menggembok gerbang masuk PLTU II. 

Kepolisian awalnya terus melarang massa mendekati pintu gerbang PLTU yang berada di Desa Kanci Wetan, Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jabar itu.

“Tadi kami mau menggembok PLTU 1 dilarang, sekarang dilarang juga. Hanya sebentar, Pak, simbolis saja,” kata salah satu warga.

Baca: Ratusan Warga Demo PLTU, Pantura Cirebon Lumpuh

Warga dan polisi sempat terlibat saling dorong. Melihat kondisi memanas, polisi akhirnya memberi izin. Proses penggembokan tak sampai satu menit. Namun, massa menganggap sudah berhasil menggembok lokasi proyek tersebut.

“Kita buktikan bahwa masyarakat bisa menggembok PLTU,” ujar Deden, koordinator lapangan.


Warga dan polisi saling dorong di depan gerbang proyek PLTU II Cirebon, Jabar, Senin (10/10/2016).

Tuntutan masyarakat dalam aksi tersebut cukup beragam. Mulai dari ditutupnya PLTU, hingga masalah dana tanggung jawab sosial perusahaan dan lapangan kerja.

Wanto, salah satu warga yang juga sopir truk, mengaku kecewa dengan PLTU. Sebab, lebih banyak mempekerjakan orang dari luar wilayahnya.

“Yang lebih banyak terlibat dalam proses pengurukan PLTU II, kebanyakan warga luar semua,” kata Wanto. Massa berencana menggelar aksi serupa jika tuntutan tidak direalisasikan PLTU.

Demonstrasi menolak PLTU digelar sejak pagi. Jalur Pantura Cirebon sempat lumpuh akibat warga memblokade jalan.


(SAN)