Pemkot Depok Awasi Apartemen setelah Polisi Ungkap Prostitusi

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Senin, 20 Aug 2018 13:13 WIB
prostitusi online
Pemkot Depok Awasi Apartemen setelah Polisi Ungkap Prostitusi
Polresta Kota Depok membongkar kasus prostitusi online di sebuah apartemen, Rabu, 15 Agustus 2018, Medcom.id - Octa

Depok: Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, menempatkan beberapa petugas di Apartemen Margonda Residence. Pengawasan ketat dilakukan setelah polisi mengungkap kegiatan prostitusi di apartemen tersebut.

Wali Kota Depok Muhammad Idris berkoordinasi dengan Komunitas Intelijen Daerah Depok (Kominda) menangani masalah tersebut. Koordinasi itu menempatkan beberapa petugas untuk memantau apartemen. Pemkot Depok juga menyiapkan dana untuk mengakomodasi penambahan petugas.

"Menambah penjaga di Apartemen Margonda Residence tentu sangat terkait dengan penganggaran APBD. Tujuannya untuk meningkatkan kuantitas para petugas di lapangan dan kami akan siapkan,” bebernya.


(Suasana di bagian depan Margonda Residence Depok setelah polisi menangkap beberapa pekerja seks komersil, Senin, 20 Agustus 2018, Medcom.id - Octa)

Idris menegaskan bila mendapatkan seorang pekerja seksual di apartemen tersebut, petugas akan langsung membinanya. Dengan cara, menitipkan mereka ke panti.

Tapi untuk saat ini, lanjut Idris, Pemkot tak memiliki aturan hukum untuk menjerat para pekerja seks komersil. Sehingga penindakannya baru sebatas pembinaan.

"Kita belum ada sampai kepada sanksi ya, kalau mereka masih melakukan prostitusi lagi ya kita punya perda izin mendirikan bangunan dan sebagainya. Itu harus diatur dan kita akan lakukan di masa masa yang akan datang,” tandasnya.

Sementara itu, Medcom.id berusaha mengklarifikasi pengelola Margonda Residence 2 terkait kegiatan prostitusi di apartemen tersebut. Namun, pengelola belum menjawab.

Baca: Polresta Depok Bongkar Praktik Prostitusi di Apartemen

Pada Selasa 14 Agustus 2018, Polresta Depok membongkar kasus prostitusi di apartemen tersebut. Polisi mengamankan beberapa pekerja seks berusia 18 hingga 20 tahun.

Modusnya yaitu beberapa penjaja seks mencari pelanggan melalui aplikasi perbincangan We Chat. Polisi mengamankan empat PSK berinisial SG,20; AD,19; FO,19; dan DP,22.


(RRN)