Puluhan Orang Keracunan Keong Sawah di Kota Bogor

Rizky Dewantara    •    Minggu, 27 May 2018 17:13 WIB
keracunan makanan
Puluhan Orang Keracunan Keong Sawah di Kota Bogor
Foto korban di Puskesmas Bogor Utara. Medcom/Rizky

Bogor: Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) dalam kasus dugaan keracunan makanan olahan tutut (keong sawah) di Kampung Sawah, Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat data terakhir korban keracunan makanan tutut atau keong sawah berjumlah 85 orang. Korban keracunan ini menimpa warga RW07 dari RT01 sampai RT05 di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

"Laporan terakhir dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dan petugas yang ada lapangan terkait kasus ini akan dibuatkan SK KLB Senin besok," kata Plt Walikota Bogor, Usmar Hariman, saat dihubungi medcom.id, Minggu, 27 Mei 2018.

Usmar menyatakan, penetapan status KLB ini sudah sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ada yakni salah satunya jumlah korban lebih dari 10 orang dalam satu peristiwa dengan lokasi yang sama.

Ia juga sudah memerintahkan ke dinas terkait membentuk tim untuk melakukan penanganan korban secara cepat dan segera membawa warga yang terindikasi mengalami gejala serupa. 

"Bagi yang belum tercatat peserta BPJS Kesehatan akan dibantu agar bebas dari biaya perawatan. Kalau yang sudah ada, tinggal kami bantu dari segi pelayanan korban, supaya ditangani dengan baik," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Kota Bogor Rubaeah mengatakan, total saat ini korban keracunan tutut berjumlah 85 orang, semuanya warga Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat.

Dari jumlah tersebut, Rubaeah merinci 15 orang menjalani perawatan di RSUD, 1 orang dirawat Rumah Sakit Mulia, 3 orang di Rumah Sakit Azra, 24 orang si Puskesmas Bogor Utara dan sisanya ad di puskesmas lainya.

“Terkait pembiayaan karena dinyatakan KLB (Kejadian Luar Biasa) ditanggung oleh APBD, khususnya bagi yang belum masuk kepesertaan BPJS Kesehatan,” jelas Rubaeah, kepada wartawan di RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 26 Mei 2018 kemarin.

Ia juga mengaku, bahwa pihaknya berharap setelah data terakhir ini yakni 85 korban tidak bertambah lagi. Pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada masyarakat yang menjadi korban keracunan.

“Jika perlu dirujuk ke RSUD. Kami selalu koordinasi karena ini rumah sakit pemerintah untuk melayani masyarakat. Kita juga menyisir wilayah RW07 untuk mendata warga yang lainnya,” kata Rubaeah.

Masih kata dia, tim telah mengambil sampel tutut baik dari penjual maupun rumah warga termasuk air olahan tutut serta BAB (buang air besar) untuk dilakukan uji laboratorium.

Dijelaskan olehnya, bahwa daging tutut mengandung protein tinggi. Untuk itu, makanan tutut sebaiknya dikonsumsi jangan melebihi dari 6 jam karena bisa berdampak pada kesehatan tubuh.

“Jadi (tutut) tidak boleh dikonsumsi lebih dari 6 jam karena bisa beracun,” pungkas Rubaeah.

Sebelumnya, puluhan warga Kampung Sawah, Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor mengalami gejala keracunan massal pada Jumat 25 Mei 2018 malam. Diduga mereka keracunan setelah memakam olahan tutut yang dibelinya di warung setempat.



(ALB)