Pelaku Perkelahian Bocah SD di Garut Butuh Pendampingan

P Aditya Prakasa    •    Kamis, 26 Jul 2018 19:00 WIB
pembunuhan
Pelaku Perkelahian Bocah SD di Garut Butuh Pendampingan
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Rizal.

Bandung: Penanganan pelaku HK, 12, pelaku pembunuhan FN, 12, perlu mendapat pendampingan psikologis. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Pol Umar Surya Fana menyebut kasus perkelahian bocah SD berujung maut itu perlu penanganan beberapa pihak. 

"Ada pihak-pihak tertentu yang ikut merapatkan dan melakukan analisis, termasuk menganalisis psikologis terhadap pelaku," ujar Umar di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis, 26 Juli 2018. 

Baca: Bocah SD Dihabisi Kawannya di Garut

Dia mengungkap HK termasuk dalam anak berhadapan hukum  (ABH). Menurutnya, berbicara soal ABH tak lagi sebagai pelaku, tapi juga korban dan saksi. 

"Sebelum menyatakan anak sebagai pelaku atau bukan, ada beberapa pertimbangan. Misalnya, kenapa kamu menusuk? 'Oh saya lihat di televisi', hilang itu pidananya," ucap Umar.

Sehingga, kata Umar, penanganan ABH perlu diserahkan lebih dulu ke psikolog anak. Setelah diperiksa, baru bisa diputuskan bisa mempertanggungjawabkan perbuatan atau tidak. 

"Kalau ini dijadikan pelaku dan ditahan, efek nantinya akan positif atau negatif? Kalau ternyata ditahan efeknya jadi lebih buruk, kita tidak teruskan atau restorative justice," jelasnya.

 


(LDS)