Peter Kasenda, Sejarawan yang Dikenal Pandai Bergaul

Antonio    •    Selasa, 11 Sep 2018 19:00 WIB
obituari
Peter Kasenda, Sejarawan yang Dikenal Pandai Bergaul
Suasana di rumah duka menjelang pemakaman sejarawan Peter Kasenda di Bekasi, Selasa, 11 September 2018, Medcom.id - Antonio

Bekasi: Supel, merupakan salah satu karakter yang membekas pada Peter Kasenda semasa masih hidup. Bagi beberapa alumni Universitas Indonesia (UI), sejarawan yang menulis buku tentang Presiden pertama RI Soekarno itu itu tak pernah membedakan teman, baik junior maupun senior.

Peter tercatat sebagai mahasiswa UI angkatan 1980. Ia kuliah di Jurusan Sastra Prancis dan Sejarah di Fakultas Sastra UI yang kini berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. 

Kesan itu yang membekas di benak Ali Anwar, sejarawan asal Bekasi. Ali merupakan junior Peter di jurusan yang sama.

"Tapi, almarhum dekat dengan seluruh angkatan. Walaupun saya sudah keluar cukup lama dari Kampus UI, kadang kalau saya datang ke kampus sama Peter, Peter lebih terkenal, karena angkatan baru bisa kenal sama dia," kata Ali di Rumah Duka RS Elisabeth, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa 11 September 2018.

Ali mengatakan, kedekatan itu bisa terbangun karena Peter tidak memandang pertemanan dari sisi usia maupun senioritas. "Jadi pokoknya kalau ada orang menyapa dia, dia sudah pasti menyapa. Terus dia nggak memandang yang lebih senior itu lebih tinggi, dia menganggap semua sama saja," ujarnya.

Dalam beberapa kesempatan, lanjut Ali, Peter juga bisa memberikan bantuan apapun kepada mahasiswa yang membutuhkan.

"Kalau missal ada mahasiswa butuh buku, dan dia menganggap anak ini layak, artinya buku ini mungkin kembali, dia bisa meminjamkan. Kalau ada yang membutuhkan bimbingan, dia bisa memberikan bimbingan , walaupun dia bukan dosennya, apapun yang dibutuhkan," jelasnya.

Pertemuan terakhirnya bersama Peter ialah di Grand Indonesia pada saat bulan Ramadan dalam kegiatan buka bersama Alumni Sejarah UI 84 Plus. "Sebetulnya itu angkatan 1984, tapi hadir dia karena dekat dengan kita," tutupnya.

Peter Kasenda ditemukan meninggal di rumahnya, Senin 10 September 2018. Dia tinggal sendiri dan jenazahnya ditemukan oleh warga sekitar.


(RRN)