Masuk Musim Hujan, Sungai Cisadane Dipenuhi Sampah

Hendrik Simorangkir    •    Selasa, 29 Jan 2019 18:58 WIB
sampah
Masuk Musim Hujan, Sungai Cisadane Dipenuhi Sampah
Sungai di Kota Tangerang kerap dipenuhi sampah saat musim hujan, Selasa, 29 Januari 2019. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir.

Tangerang: Memasuki musim hujan, volume sampah yang terbawa arus di Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten mulai mengalami peningkatan. Sampah yang didominasi kayu dan plastik tersebut mengalir dari hulu ke arah hilir.

Salah seorang warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Jaya, 53, mengatakan, sampah lebih banyak saat memasuki musim hujan.

"Banyak. Musim hujan ini lebih banyak datangnya," kata Jaya di Kota Tangerang, Banten, Selasa, 29 Januari 2019.

Jaya menjelaskan, sejak awal 2019, sampah datang silih berganti tanpa henti. Meski setiap harinya petugas kebersihan rutin mengumpulkan sampah dari sungai, sampah tak henti menumpuk.

"Sudah dibersihin ada lagi, ada lagi," jelas Jaya.

Sebagai warga, ia tentu ingin sungai yang mengalir di samping tempat tinggalnya itu bersih. Pasalnya, jika air meluap dan banyak sampah, akan tercium bau tidak sedap dari sungai. "Bau amis kalau banyak sampah," keluh Jaya. 

Sementara Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Indri Suryani mengatakan, dalam sehari sampah yang diangkut dari Sungai Cisadane di Kota Tangerang mencapai enam meter kubik.

Jumlah sampah tersebut setara dengan satu truk sampah. Namun, ketika memasuki musim hujan, volume sampah dapat meningkat hingga 10 kali lipat.

"Kemarin, waktu pengangkutan sampah bersama Wali Kota, truk sampah 10 kali bolak-balik," jelas Indri.

Indri mengatakan, penanganan sampah di Sungai Cisadane memang salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Tangerang. Karena itu, Dinas PUPR rutin melakukan pengangkutan sampah setiap hari dari di sungai yang berhulu di Bogor, Jawa Barat itu.

Indri mengaku, Dinas PUPR kerap kewalahan melakukan pengangkatan sampah ketika musim hujan. Pasalnya, saat curah hujan meningkat, tinggi muka air juga meningkat. Akibatnya, sampah akan lebih banyak yang datang.

"Jadi tidak bisa disalahkan satu pihak. Semua ikut andil. Kadang juga ketika air tinggi, tanaman di bantaran juga terbawa arus. Kota Tangerang yang merupakan wilayah hilir, kita menerima sampahnya," pungkas Indri.


(DEN)