Pengayuh Becak Minta Jalur Khusus di Bandung

Roni Kurniawan    •    Senin, 31 Jul 2017 13:30 WIB
razia becak
Pengayuh Becak Minta Jalur Khusus di Bandung
Pengayuh becak di Kota Bandung berunjuk rasa. (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Ratusan penarik becak mengitari kawasan Kota Bandung, Jawa Barat, Senin, 31 Juli 2017. Aksi itu merupakan bentuk protes pada area larangan becak yang tertuang dalam Perda No 11 Tahun 2005 mengenai Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3). 

Sejak pagi, ratusan penarik becak tersebut telah berkumpul di depan Pasar Baru. Mereka berdatangan dari berbagai kawasan untuk menyerukkan aspirasi terkait keberatan denda paksa sebesar Rp250 ribu saat melintasi area bebas becak.

Menurut Andar, 53, salah seorang penarik becak, seharusnya Pemerintah Kota Bandung menyediakan ruang bagi mereka terutama di area pusat pembelanjaan. Sebab, area tersebut menjadi tempat bagi mereka untuk mengais rejeki setiap harinya.

"Seharusnya pemerintah perhatikan kami, jangan banyak larangan. Kalau bisa bikin jalur khusus buat becak," kata Andar saat ditemui di jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Jawa Barat.

Apalagi, katanya, area bebas becak berada pada tempat-tempat strategis calon penumpang. Seperti pusat perbelanjaan di sekitar Alun-alun Bandung.

Denda yang dikenakan juga cukup besar. Pengayuh becak yang melanggar bisa kena denda hingga Rp250 ribu. Padahal, untuk dapat Rp20 ribu sehari pun sulit. "Jelas ini mah mau meres kita rakyat kecil," imbuh dia.

Yaya, 64, pun sependapat. Jalur khusus bisa menjadi solusi tepat. Pasalnya, selama ini arus lalu lintas becak tak teratur dan dianggap menjadi salah satu biang kemacetan terutama saat melintas di ruas jalan protokol.

"Kalau ada jalan khusus buat becak mah kan enak, kita juga jadi teratur. Nah kalau ada yang salah misalnya keluar dari jalau atau melawan arah, ya silahkan saja ditindak," katanya. 

Kepala Bidang Angkutan dan Terminal Dishub Kota Bandung Yosef Heryansyah mengatakan, beberapa perwakilan penarik becak telah menyampaikan asipirasi. Mereka ingin tetap melintasi beberapa jalan protokol seperti jalan Kepatihan, Dewi Sartika dan jalan Asia Afrika.

"Silakan saja kalau aspirasi. Tapi kan kawasan itu Perda. Yang namanya Perda tetap harus ditegakkan," kata Yosef saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana.

Yosef menegaskan Perda tetap diberlakukan. Bahkan pada Juli 2017, sebanyak 17 becak ditindak enam di antaranya diberikan denda paksa hingga Rp250 ribu.

"Yang diberi denda paksa itu sebelumnya sudah kita beri peringatan, tapi masih tetap berada di jalan protokol jadi kita tindak dan becaknya kita bawa," tegas Yosep.

Soal jalur khusus becak, Yosep mengaku tidak mudah. Harus melalui berbagai tahapan termasuk dengan legislatif Kota Bandung.

"Itu (jalur khusus) juga harus bergandeng dengan Disbudpar terkait promosinya. Dan tentu tidak mudah juga karena harus dibahas diberbagai pihak terkait," katanya.
(SAN)