Pendukung Dedi Mulyadi Minta Golkar Lapor Polisi Terkait Surat `Bodong`

Jaenal Mutakin    •    Sabtu, 23 Sep 2017 11:25 WIB
pilgub jabar 2018
Pendukung Dedi Mulyadi Minta Golkar Lapor Polisi Terkait Surat `Bodong`
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi -- MI/Sugengs Sumariyadi

Metrotvnews.com, Bandung: Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar melaporkan ke polisi penyebar surat keputusan palsu terkait pengusungan kandidat di Pilgub Jabar 2018. Surat bodong tersebut telah menimbulkan kegaduhan di kalangan elit politik serta membingungkan masyarakat Jabar.

"Kami meminta DPD dan DPP Golkar segera melaporkan ke Kepolisian, agar segera diketahui pelaku penyebar surat palsu tersebut. Kami siap mengawalnya," kata Ketua Umum Gibas Syuhasa Djatiprakarsa di Bandung, Jawa Barat, Sabtu 23 September 2017.

(Baca: Cek Ombak Golkar di Pilkada Jabar)

Syuhasa mengakui, kebingungan juga dialami dirinya yang secara terbuka mendukung Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jabar Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur. Menurutnya, Dedi memiliki visi kepemimpinan yang baik.

"Pak Dedi berhasil menjadi pemimpin di Kabupaten Purwakarta. Beliau cocok untuk maju ke Pilgub Jabar," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar surat keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar yang menetapkan Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien Syafiuddin sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat. Surat yang berstatus rahasia itu ditandatangani Ketua Umum Golkar Setya Novanto dan Sekjen Golkar Idrus Marham.

Namun, surat tidak mencantumkan nomor serta tanggal penetapan keputusan. Tertulis, surat ditembuskan ke beberapa pihak seperti Ketua Harian DPP Partai Golkar, Ketua Korbid PP Indonesia-I DPP Partai Golkar, Ketua Bidang PP Jawa I DPP Partai Golkar, Bendahara DPP Partai Golkar, dan DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Barat.

(Baca: Golkar Belum Bersikap di Pilgub Jabar)

Belakangan, Idrus Marham menyebut surat tersebut bodong karena Partai Golkar tak pernah secara resmi mengeluarkannya. Surat tersebut bodong karena tak memiliki tanggal, nomor surat, dan stempel partai.

Idrus menambahkan, surat pengusungan itu bukan satu-satunya yang beredar. Setidaknya ada dua surat lagi yang beredar. Keduanya menyebut Partai Golkar mengusung pasangan lain.

 


(NIN)