BNPB Rekomendasikan Lokasi Banjir Garut Jadi Ruang Publik

   •    Selasa, 27 Sep 2016 12:51 WIB
banjir bandang garut
BNPB Rekomendasikan Lokasi Banjir Garut Jadi Ruang Publik
Foto aerial tanah longsor kawasan hulu aliran sungai (DAS) Cimanuk di Cisurupan, Garut, Jabar, Sabtu (24/9/2016). Foto-foto: Antara/Wahyu Putro A

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB ) Willem Rampangilei merekomendasikan lokasi banjir bandang dan longsor di Garut, Jawa Barat, pada Senin 20 September 2016, dijadikan sebagai ruang publik.

Pernyataan itu dilontarkan Willem saat berdiskusi dengan Bupati Garut Rudy Gunawan Senin malam 26 September. "Jangan digunakan untuk permukiman karena daerah yang bekas diterjang banjir bandang daerah bahaya tinggi dari banjir," kata Willem dalam keterangan persnya, Selasa (27/9/2016).

Saat kolonial Belanda pada tahun 1921, kata dia, daerah Garut juga pernah terendam banjir besar. Daerah bantaran sungai atau sempadan sungai adalah daerah kekuasaan sungai yang suatu saat pasti banjir. 

"Untuk itu, peruntukannya nonpermukiman agar saat banjir tidak menimbulkan korban jiwa," katanya mengusulkan.


Foto aerial kawasan hulu aliran sungai (DAS) Cimanuk di Cisurupan, Garut, Jabar, Sabtu (24/9/2016).

Terkait lokasi pengungsian, Willem meminta pemerintah Grut mencari lokasi yang aman. Saat ini korban banjir bandang yang kehilangan tempat tinggal telah ditampung sementara di rumah susun (rusun) yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Garut. 

“Saat ini telah disediakan rusun dengan kapasitas 98 KK,” kata Willem pada rapat koordinasi Pos Komando Tanggap Darurat Banjir Bandang pada Senin malam di Korem 0611/Garut.

Willem meminta pemda tak menggunakan kantor-kantor pemerintah sebagai tempat pengungsian sementara. “Tidak menggunakan tenda sebagai tempat pengungsian dalam jangka panjang,” ujarnya.

Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Banjir Garut masih mendata pengungsi berdasarkan nama dan alamat, serta validasi jumlah pengungsi dan kerusakan rumah serta infrasturktur.

Sementara itu, berdasarkan Pos Komando, data korban meninggal berjumlah 34 jiwa dan hilang 19 jiwa. Pengungsi berjumlah 1.326 jiwa.




(UWA)