Kasus Korupsi Pelebaran Jalan di Depok

Polisi Layangkan Surat Panggilan Kedua untuk Eks Wali Kota Depok

Octavianus Dwi Sutrisno    •    Sabtu, 08 Sep 2018 14:41 WIB
kasus korupsi
Polisi Layangkan Surat Panggilan Kedua untuk Eks Wali Kota Depok

Depok: Dua mantan pejabat tinggi Pemerintah Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, mantan Wali Kota Depok, Jawa Barat dan Eks Sekertaris Daerah Harri Prihanto mangkir dalam proses pemeriksaan polisi Jumat, 7 September 2018 dengan berbagai alasan.

Kepala Kepolisian Resort Kota Depok, Komisaris Besar Polisi Didik Sughiarto menuturkan, pihaknya akan kembali melayangkan surat pemanggilan kedua.

"Hari ini, rencananya kita kirimkan surat pemanggilan kedua," ucap Didik saat ditemui di Mapolresta, Kota Depok Sabtu 8 September 2018.

Didik menuturkan, untuk jadwal pemeriksaan sendiri penyidik Tipikor Satuan Reserse Kriminal Polresta Depok telah menentukan, yaitu hari Rabu dan Kamis 12-13 September 2018. Didik menegaskan, pihaknya memastikan Eks Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail dan Eks Sekertaris Daerah Harri Prihanto akan hadir pada pemanggilan kedua.

"Tentunya kita percaya, mereka akan hadir pekan depan melihat dari penuturan kuasa hukum yang telah datang kepada kami, dan memohon untuk pengunduran jadwal pemeriksaan kemarin," bebernya.

Baca: Eks Wali Kota Depok Dirawat di Rumah

Didik menegaskan, alasan kedua tersangka mangkir dari pemeriksaan dinilai logis sehingga pihaknya menjadwalkan kembali pemeriksaan. "Menurut Tim pengacara mereka keduanya tidak hadir, karena untuk Harri Prihanto ada kegiatan yang terjadwal. Sedangkan, Nurmahmudi sedang sakit," tandasnya.

Selanjutnya, saat ditanya apakah polisi akan berkoordinasi dengan PPATK maupun lembaga pemerintah lainnya, Didik menegaskan tim penyidik tentunya membutuhkan bantuan dari pihak lain guna membongkar kasus korupsi tersebut.

"Intinya bahwa tim penyidik dalam melakukan langkah langkah pemeriksaan dan penyidikan itu pasti akan berkoordinasi dengan stakeholder yang lain untuk membuktikan (kasus korupsi)," pungkasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya salah satu tim pengacara Eks Wali Kota Depok telah mendatangi Mapolresta Depok, dan menjelaskan ketidakhadiran Nurmahmudi Ismail dalam pemeriksaan sebagai tersangka.

"Ya tidak bisa hadir, karena masih dalam keadaan sakit waktu benturan kemarin main voli, bapak sempat terjatuh dan kena bagian belakang kepalanya," ucap Iim Abdul Halim.

Iim menegaskan, meskipun dalam keadaan sakit dirinya mengaku Nur Mahmudi siap untuk diperiksa.

"Masih normal, cuma ada lebam-lebam saja seperti di wajah. Oleh sebab itu kita minta waktu untuk penyembuhan. Insyaalah pekan depan beliau hadir," pungkasnya.

Seperti diketahui, Eks Wali Kota Depok dan Eks Sekertaris Daerah tersandung kasus korupsi pelebaran Jalan Nangka, Kelurahan Cimanggis Kecamatan Tapos Kota Depok dimana anggaran untuk proyek tersebut bersumber dari APBD tahun 2015.

Polisi mengendus aroma dugaan korupsi tersebut setelah mengetahui, ternyata uang ganti rugi lahan warga Jalan tersebut telah dibayarkan oleh pihak pengembang apartemen yang terletak tak jauh dari Jalan Nangka.

Diduga, akibat korupsi tersebut negara mengalami kerugian hingga Rp10 miliar lebih. Penyidikan kasus tersebut juga telah dilakukan sejak tahun 2017 dengan jumlah saksi kurang lebih 80 orang.


(ALB)