Penanganan Citarum Didukung dengan Samsat Citarum

Jaenal Mutakin    •    Jumat, 04 Nov 2016 16:24 WIB
normalisasi sungai
Penanganan Citarum Didukung dengan Samsat Citarum
Foto udara kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/5/2011). ANT/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat berjanji penanganan Sungai Citarum akan dimaksimalkan setelah terbentuknya Satuan manunggal satu atap (Samsat) Citarum. Tim akan terdiri dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, dan pemerintah pusat.

"Kalau hanya BPLHD ternyata sulit, Di lapangan banyak gangguan, banyak hambatan, jadi perlu gabungan beberapa unsur," kata Aher, usai menggelar Sawala Ecovillage Citarum Bestari, di Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung, Jumat (4/11/2016).

Aher mengatakan tim akan dibentuk pekan depan. Salah satu contoh tugas Samsat Citarum di antaranya menertibkan bangunan-bangunan yang mempersempit aliran air, seperti PT Kahatex yang berdiri di atas Sungai Ciking yang merupakan anak Sungai Citarum.

"Nanti dijadikan sungai lagi. Samsat akan melakukan langkah-langkah," tegasnya.

Pembentukan samsat ini, lanjutnya, terinspirasi dari suksesnya Samsat Jatigede yang dianggap berhasil menyelesaikan berbagai hal menyangkut warga yang terdampak Waduk Jatigede, di Kabupaten Sumedang.

Baca juga: 6 Sungai di Cianjur Rawan Banjir Bandang

"Ingin mereplikasi sukses Samsat Jatigede, ke Samsat Citarum. Kalau sukses, ke depan akan disusul Samsat Cimanuk dan Ciliwung," katanya.

Dalam penanganan Citarum, Aher mengatakan diperlukan juga kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah dan limbah ke sungai. 

Salah satu kegiatan untuk memberi kesadaran kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai adalah dengan terus mengajak masyarakat menjadi bagian dari kampung berbudaya atau ecovillage.

"Saat ini, jumlah kader ecovillage sudah mencapai 3.800, yang berasal dari 20 kecamatan di lima kabupaten/kota seperti Bandung, Bogor dan Sumedang," kata Kepala BPLHD Provinsi Jabar Anang Sudharna.

Selain sosialisasi, warga juga dilibatkan dalam pembentukan bank sampah, pembangunan biodigester, biogas, dan tempat pembuangan sampah terpadu.

Dengan cara seperti ini optimistis akan lebih banyak warga yang tidak membuang sampah ke sungai sehingga kebersihan Citarum akan terwujud.

"Sudah banyak desa-desa yang mandiri mengembangkan ecovillage. Kami hanya memberikan arahan saja," pungkasnya.



(MEL)